Pengalaman Penggunaan Pre Exposure Prophylaxis (PrEP) Sebagai Upaya Pencegahan HIV pada Lelaki Seks Lelaki (LSL)

dc.contributor.authorPriwardani, Ela Dyah Indrasti
dc.date.accessioned2026-07-28T08:24:22Z
dc.date.issued2026
dc.descriptionValidasi dan Finalisasi Repositori File 28 Juli 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractTingginya prevalensi HIV pada kelompok LSL di Indonesia yang mencapai 24,4% secara nasional berdasarkan STBP 2023, sementara cakupan penggunaan PrEP pada populasi LSL secara nasional masih sangat rendah, yakni hanya sekitar 6% melatar belakangi penelitian. PrEP merupakan strategi pencegahan HIV berbasis antiretroviral yang terbukti mampu menurunkan risiko penularan HIV hingga 99% apabila dikonsumsi secara konsisten. Meskipun pemerintah Indonesia telah mendistribusikan PrEP secara gratis sejak 2021, implementasinya masih menghadapi tantangan besar terutama pada aspek kepatuhan pengguna. Kajian mendalam tentang pengalaman subjektif LSL dalam menggunakan PrEP di tingkat lokal, khususnya di Kabupaten Jember, masih sangat terbatas sehingga penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman penggunaan PrEP sebagai upaya pencegahan HIV pada LSL menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan kerangka teori Health Belief Model (HBM). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam di Kabupaten Jember pada periode Februari hingga April 2026, melibatkan 16 informan yang terdiri dari satu informan kunci yakni Koordinator Humas OGAWA (Organisasi Gaya Warna), sembilan informan utama yang merupakan LSL dengan variasi status penggunaan PrEP aktif dan tidak aktif berusia 19-36 tahun, serta enam informan tambahan yang terdiri dari petugas kesehatan, penjangkau lapangan, dan teman dekat informan utama. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo dan model Miles dan Huberman, dengan triangulasi sumber sebagai strategi uji kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konstruk HBM terbukti relevan dalam menggambarkan fenomena penggunaan PrEP pada LSL di Kabupaten Jember. Pertama, seluruh informan memiliki persepsi kerentanan yang tinggi terhadap HIV yang bersumber dari pengaruh lingkungan sosial-seksual dan refleksi terhadap perilaku berisiko, meskipun bersifat dinamis dan situasional. Kedua, informan memaknai HIV sebagai penyakit serius dengan dampak masa depan dan dampak psikologis yang berat. Ketiga, seluruh informan mempersepsikan manfaat PrEP secara universal pada dimensi proteksi dan keamanan, baik secara biologis maupun psikologis, dengan strategi double protection sebagai wujud pemahaman yang realistis. Keempat, hambatan penggunaan PrEP terbagi menjadi hambatan internal seperti lupa, kejenuhan, dan stigma privasi, serta hambatan eksternal berupa keterbatasan ketersediaan stok obat di fasilitas kesehatan. Kelima, penggunaan PrEP dipicu oleh faktor internal berupa rasa takut dan kesadaran risiko, serta faktor eksternal berupa pengaruh teman sebaya, pengalaman orang terdekat, dan peran edukasi petugas kesehatan maupun penjangkau lapangan OGAWA. Keenam, sebagian besar informan memiliki efikasi diri yang cukup dalam memulai dan mempertahankan penggunaan PrEP yang dibangun atas keyakinan terhadap efektivitas obat dan komitmen personal
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Dewi Rokhmah, S.KM., M.Kes.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12256
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectLSL
dc.subjectPrEP
dc.titlePengalaman Penggunaan Pre Exposure Prophylaxis (PrEP) Sebagai Upaya Pencegahan HIV pada Lelaki Seks Lelaki (LSL)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Repository Skripsi Ela Dyah 2026.PDF
Size:
795.73 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: