Persepsi Keluarga Tentang Kualitas Layanan yang Mempengaruhi Intensi Pulang Paksa Pasien Bpjs Rawat Inap di RS Djatiroto Lumajang
| dc.contributor.author | Essa Rani Oktaviana | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-18T03:31:36Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-20 | |
| dc.description | Reuploud Repository 18 Mei-agus Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Pulang paksa merupakan kondisi dimana pasien atau keluarga mengakhiri masa perawatan sebelum ada anjuran dari tenaga medis, hal ini menjadi urgensi karena akan berdampak pada kesehatan pasien dan citra rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi keluarga tentang kualitas layanan yang mempengaruhi intensi pulang paksa pasien BPJS rawat inap di RS Djatiroto Lumajang, dimana pulang paksa merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit dan sering terjadi akibat ketidakpuasan keluarga terhadap pelayanan yang diterima. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 105 responden yang merupakan keluarga pasien BPJS rawat inap yang telah menjalani perawatan minimal dua hari dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi yang terdiri dari 38 item pertanyaan yang mencakup dimensi kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik, kualitas hasil, serta intensi pulang paksa, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi kualitas layanan pada kategori tinggi sebesar 48,57%, pada kategori sedang 14,29%, dan kategori rendah yaitu 37,14% sedangkan intensi pulang paksa sebagian besar berada pada kategori sedang sebesar 69,5%, diikuti kategori tinggi sebesar 19% dan kategori rendah sebesar 11,4%. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik, dan kualitas hasil secara terpisah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan intensi pulang paksa, namun kualitas layanan secara keseluruhan menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan intensi pulang paksa (r = -0,188; p = 0,046), yang berarti semakin baik kualitas layanan yang dirasakan keluarga maka semakin rendah kecenderungan pasien untuk pulang paksa meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ns. Nurfika Asmaningrum, S. Kep., M. Kep., Ph.D | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9344 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Persepsi Keluarga | |
| dc.subject | Kualitas Layanan | |
| dc.subject | Mempengaruhi Intensi | |
| dc.subject | Pulang Paksa | |
| dc.subject | Bpjs | |
| dc.title | Persepsi Keluarga Tentang Kualitas Layanan yang Mempengaruhi Intensi Pulang Paksa Pasien Bpjs Rawat Inap di RS Djatiroto Lumajang | |
| dc.type | Other |
