Pengaruh Fortifikasi Isolate Soy Protein (ISP) 90% Dan Vitamin C Pada Daun Ketela Pohon (Manihot esculenta) Terhadap Performansi Ulat Sutera Eri (Samia ricini ) Serta Pemanfaatannya Sebagai Book Chapter

dc.contributor.authorAhmad Hamdan Prayugo
dc.date.accessioned2026-08-04T01:26:18Z
dc.date.issued2026-07-30
dc.descriptionFinalisasi Hasyim/Agustus 2026
dc.description.abstractPengaruh Fortifikasi Isolate Soy Protein (ISP) 90% Dan Vitamin C Pada Daun Ketela Pohon (Manihot esculenta) Terhadap Performansi Ulat Sutera Eri (Samia ricini ) Serta Pemanfaatannya Sebagai Book Chapter; Ahmad Hamdan Prayugo; 220210103078; 2026; 47 Halaman; Program Studi S1 Pendidikan Biologi; Jurusan pendidikan MIPA; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember Ulat sutera eri (Samia ricini) merupakan salah satu serangga penghasil sutera nonmurbei yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Selain menghasilkan serat sutera berkualitas, ulat ini mampu memanfaatkan berbagai jenis tanaman sebagai sumber pakan, salah satunya daun ketela pohon (Manihot esculenta). Daun ketela pohon memiliki ketersediaan yang melimpah dan mudah dibudidayakan, namun kandungan nutrisinya, terutama protein, masih perlu ditingkatkan agar mampu mendukung pertumbuhan dan produktivitas ulat sutera eri secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui fortifikasi pakan menggunakan Isolated Soy Protein (ISP) 90% dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi ISP 90% dan vitamin C pada daun ketela pohon terhadap performansi ulat sutera eri. Penelitian dilakukan menggunakan beberapa kombinasi perlakuan fortifikasi pada daun ketela pohon yang diberikan sebagai pakan larva. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, bobot larva, bobot kokon, bobot kulit kokon, fekunditas, fertilitas, dan daya tetas telur. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik yang disesuaikan dengan karakteristik data sehingga dapat diketahui pengaruh masingmasing perlakuan terhadap parameter yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi ISP 90% dan vitamin C memberikan respons yang berbeda pada setiap parameter performansi ulat sutera eri. Peningkatan kualitas nutrisi pakan melalui penambahan protein dan vitamin berpengaruh terhadap efisiensi pemanfaatan nutrien selama fase pertumbuhan larva. Protein yang terkandung dalam ISP 90% dimanfaatkan sebagai bahan penyusun jaringan tubuh serta sintesis protein sutera, sedangkan vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu menjaga keseimbangan fisiologis dan meningkatkan efisiensi metabolisme. Parameter pertumbuhan mengalami peningkatan yang signifikan pada P2 dengan berat kokon sebesar 2,101 ± 0,352g, berat kulit kokon sebesar 0,365 ± 0,097 g, shell ratio sebesar 17,402 ± 3,639 %. Sementara perlakuan yang signifikan pada bentangan sayap adalah pada P3 dengan lebar 11,986 ± 0,517 cm. Parameter perkembangan juga menunjukkan peningkatan terutama pada P3 dari perkembangan telur hingga pupa, lama hidup imago, mortalitas, fekunditas, dan daya tetas. Perbedaan respons tersebut menunjukkan bahwa setiap aspek performansi ulat sutera eri memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap perubahan kualitas nutrisi pakan. Selain memengaruhi pertumbuhan dan produksi kokon, fortifikasi pakan juga memberikan pengaruh terhadap performansi reproduksi ulat sutera eri. Kualitas nutrisi pakan yang lebih baik mendukung proses pembentukan gamet, perkembangan embrio, dan keberhasilan penetasan telur. Meskipun tidak seluruh parameter reproduksi menunjukkan perbedaan yang nyata, hasil penelitian mengindikasikan bahwa penambahan ISP 90% dan vitamin C mampu meningkatkan kondisi fisiologis ulat sehingga proses pertumbuhan dan reproduksi berlangsung lebih optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa fortifikasi daun ketela pohon menggunakan ISP 90% dan vitamin C Fortifikasi daun ketela pohon dengan ISP 90% memberikan pengaruh terhadap performansi ulat sutra eri yang ditunjukkan melalui parameter berat kokon, berat kulit kokon, shell ratio, lebar bentangan sayap, lama perkembangan telur hingga imago, lama hidup imago, mortalitas larva, fekunditas, dan daya tetas. Fortifikasi paling efektif adalah Perlakuan 2 (P2). Bookchapter yang dibuat juga sangat layak dengan nilai rata-rata validator 87,93. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lebih lanjut mengenai peningkatan kualitas dan produktivitas ulat sutera eri.
dc.description.sponsorshipProf. Dr.Jekti Prihatin, M.Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12865
dc.language.isoOther
dc.publisherFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
dc.subjectSamia ricini
dc.subjectdaun singkong
dc.subjectISP 90%
dc.subjectvitamin C
dc.subjectkhasiat
dc.titlePengaruh Fortifikasi Isolate Soy Protein (ISP) 90% Dan Vitamin C Pada Daun Ketela Pohon (Manihot esculenta) Terhadap Performansi Ulat Sutera Eri (Samia ricini ) Serta Pemanfaatannya Sebagai Book Chapter
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210103078 - AHMAD HAMDAN PRAYUGO - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
523.89 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210103078 - AHMAD HAMDAN PRAYUGO - BAB 1.pdf
Size:
406.66 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210103078 - AHMAD HAMDAN PRAYUGO - BAB 2.pdf
Size:
565.75 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210103078 - AHMAD HAMDAN PRAYUGO - BAB 3.pdf
Size:
480.54 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210103078 - AHMAD HAMDAN PRAYUGO - BAB 4.pdf
Size:
473.63 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: