Pengaruh Fortifikasi Isolate Soy Protein (ISP) 90% Dan Vitamin C Pada Daun Ketela Pohon (Manihot esculenta) Terhadap Performansi Ulat Sutera Eri (Samia ricini ) Serta Pemanfaatannya Sebagai Book Chapter
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Abstract
Pengaruh Fortifikasi Isolate Soy Protein (ISP) 90% Dan Vitamin C Pada
Daun Ketela Pohon (Manihot esculenta) Terhadap Performansi Ulat Sutera
Eri (Samia ricini ) Serta Pemanfaatannya Sebagai Book Chapter; Ahmad
Hamdan Prayugo; 220210103078; 2026; 47 Halaman; Program Studi S1
Pendidikan Biologi; Jurusan pendidikan MIPA; Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Jember
Ulat sutera eri (Samia ricini) merupakan salah satu serangga penghasil
sutera nonmurbei yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.
Selain menghasilkan serat sutera berkualitas, ulat ini mampu memanfaatkan
berbagai jenis tanaman sebagai sumber pakan, salah satunya daun ketela pohon
(Manihot esculenta). Daun ketela pohon memiliki ketersediaan yang melimpah dan
mudah dibudidayakan, namun kandungan nutrisinya, terutama protein, masih perlu
ditingkatkan agar mampu mendukung pertumbuhan dan produktivitas ulat sutera
eri secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui fortifikasi
pakan menggunakan Isolated Soy Protein (ISP) 90% dan vitamin C.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi ISP 90% dan
vitamin C pada daun ketela pohon terhadap performansi ulat sutera eri. Penelitian
dilakukan menggunakan beberapa kombinasi perlakuan fortifikasi pada daun ketela
pohon yang diberikan sebagai pakan larva. Parameter yang diamati meliputi
konsumsi pakan, bobot larva, bobot kokon, bobot kulit kokon, fekunditas, fertilitas,
dan daya tetas telur. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik yang
disesuaikan dengan karakteristik data sehingga dapat diketahui pengaruh masingmasing perlakuan terhadap parameter yang diamati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi ISP 90% dan vitamin C
memberikan respons yang berbeda pada setiap parameter performansi ulat sutera
eri. Peningkatan kualitas nutrisi pakan melalui penambahan protein dan vitamin
berpengaruh terhadap efisiensi pemanfaatan nutrien selama fase pertumbuhan
larva. Protein yang terkandung dalam ISP 90% dimanfaatkan sebagai bahan
penyusun jaringan tubuh serta sintesis protein sutera, sedangkan vitamin C berperan
sebagai antioksidan yang membantu menjaga keseimbangan fisiologis dan
meningkatkan efisiensi metabolisme. Parameter pertumbuhan mengalami
peningkatan yang signifikan pada P2 dengan berat kokon sebesar 2,101 ± 0,352g,
berat kulit kokon sebesar 0,365 ± 0,097 g, shell ratio sebesar 17,402 ± 3,639 %.
Sementara perlakuan yang signifikan pada bentangan sayap adalah pada P3 dengan
lebar 11,986 ± 0,517 cm. Parameter perkembangan juga menunjukkan peningkatan
terutama pada P3 dari perkembangan telur hingga pupa, lama hidup imago,
mortalitas, fekunditas, dan daya tetas. Perbedaan respons tersebut menunjukkan
bahwa setiap aspek performansi ulat sutera eri memiliki sensitivitas yang berbeda
terhadap perubahan kualitas nutrisi pakan.
Selain memengaruhi pertumbuhan dan produksi kokon, fortifikasi pakan
juga memberikan pengaruh terhadap performansi reproduksi ulat sutera eri.
Kualitas nutrisi pakan yang lebih baik mendukung proses pembentukan gamet,
perkembangan embrio, dan keberhasilan penetasan telur. Meskipun tidak seluruh
parameter reproduksi menunjukkan perbedaan yang nyata, hasil penelitian
mengindikasikan bahwa penambahan ISP 90% dan vitamin C mampu
meningkatkan kondisi fisiologis ulat sehingga proses pertumbuhan dan reproduksi
berlangsung lebih optimal.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa fortifikasi daun ketela
pohon menggunakan ISP 90% dan vitamin C Fortifikasi daun ketela pohon dengan
ISP 90% memberikan pengaruh terhadap performansi ulat sutra eri yang
ditunjukkan melalui parameter berat kokon, berat kulit kokon, shell ratio, lebar
bentangan sayap, lama perkembangan telur hingga imago, lama hidup imago,
mortalitas larva, fekunditas, dan daya tetas. Fortifikasi paling efektif adalah
Perlakuan 2 (P2). Bookchapter yang dibuat juga sangat layak dengan nilai rata-rata
validator 87,93. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi
penelitian lebih lanjut mengenai peningkatan kualitas dan produktivitas ulat sutera
eri.
Description
Finalisasi Hasyim/Agustus 2026
