Evaluasi Kinerja Reverse Supply Chain Dengan Pendekatan Scor Model Pada Proses Pengembalian Galon Air Minum Hazora Jember

dc.contributor.authorMuhamad Kevin Fadhlurrahman
dc.date.accessioned2026-07-29T03:09:05Z
dc.date.issued2026-07-21
dc.descriptionValidasi dan Finalisasi Repositori File 29 Juli 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractMeningkatnya konsumsi air minum dalam kemasan mendorong penggunaan galon guna ulang sebagai solusi ekonomi sirkular untuk mengurangi limbah plastik. Namun, efektivitas sistem tersebut sangat bergantung pada efisiensi Reverse Supply Chain. Hazora Jember sebagai produsen air minum dalam kemasan lokal menghadapi ketidakseimbangan sirkulasi galon, di mana sekitar 10–15% galon yang didistribusikan mengalami keterlambatan pengembalian serta ditemukan beberapa kasus kerusakan fisik ringan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses Reverse Supply Chain, mengevaluasi dimensi kinerja, serta merumuskan rekomendasi perbaikan pada proses pengembalian galon di Hazora Jember menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR) Model. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilakukan dengan memetakan aktivitas operasional ke dalam proses inti SCOR dan mengukur Key Performance Indicators (KPI) pada lima atribut kinerja, yaitu reliability, responsiveness, agility, cost, dan asset management. Data kinerja yang diperoleh kemudian dievaluasi melalui proses benchmarking berdasarkan standar SCORmark dan praktik terbaik yang dilaporkan dalam literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Reverse Supply Chain Hazora Jember telah mencakup seluruh proses inti SCOR, yaitu Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Evaluasi kinerja menunjukkan bahwa atribut agility memiliki nilai terendah sehingga menjadi prioritas utama perbaikan akibat terbatasnya fleksibilitas kapasitas operasional. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Upside Supply Chain Adaptability (USCA) sebesar 12,24% yang berada di bawah benchmark SCORmark kategori Parity serta nilai Downside Supply Chain Adaptability (DSCA) sebesar 21,10%. Sementara itu, atribut lainnya menunjukkan kinerja yang baik, yaitu reliability dengan nilai Perfect Order Fulfillment (POF) sebesar 95,58%, atribut cost yang mencapai kategori Superior dengan total biaya sebesar 23,54%, serta atribut asset management yang berada pada kategori Advantage dengan nilai Cash-to-Cash Cycle Time selama 7 hari. Untuk meningkatkan kinerja sistem, perusahaan disarankan menerapkan perencanaan kapasitas yang terstruktur melalui pengelolaan tenaga kerja, kapasitas penyimpanan, dan armada transportasi yang lebih fleksibel.
dc.description.sponsorshipDPU: Tria Putri Noviasari, S.E., M.Sc.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12323
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ekonomi dan Bisnis
dc.subjectReverse Supply Chain
dc.subjectSCOR Model
dc.titleEvaluasi Kinerja Reverse Supply Chain Dengan Pendekatan Scor Model Pada Proses Pengembalian Galon Air Minum Hazora Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
9. Digital Repository.pdf
Size:
1.2 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: