Evaluasi Kinerja Reverse Supply Chain Dengan Pendekatan Scor Model Pada Proses Pengembalian Galon Air Minum Hazora Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Meningkatnya konsumsi air minum dalam kemasan mendorong
penggunaan galon guna ulang sebagai solusi ekonomi sirkular untuk mengurangi
limbah plastik. Namun, efektivitas sistem tersebut sangat bergantung pada
efisiensi Reverse Supply Chain. Hazora Jember sebagai produsen air minum
dalam kemasan lokal menghadapi ketidakseimbangan sirkulasi galon, di mana
sekitar 10–15% galon yang didistribusikan mengalami keterlambatan
pengembalian serta ditemukan beberapa kasus kerusakan fisik ringan. Penelitian
ini bertujuan untuk memetakan proses Reverse Supply Chain, mengevaluasi
dimensi kinerja, serta merumuskan rekomendasi perbaikan pada proses
pengembalian galon di Hazora Jember menggunakan pendekatan Supply Chain
Operations Reference (SCOR) Model. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif deskriptif yang dilakukan dengan memetakan aktivitas operasional ke
dalam proses inti SCOR dan mengukur Key Performance Indicators (KPI) pada
lima atribut kinerja, yaitu reliability, responsiveness, agility, cost, dan asset
management. Data kinerja yang diperoleh kemudian dievaluasi melalui proses
benchmarking berdasarkan standar SCORmark dan praktik terbaik yang
dilaporkan dalam literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem
Reverse Supply Chain Hazora Jember telah mencakup seluruh proses inti SCOR,
yaitu Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Evaluasi kinerja menunjukkan
bahwa atribut agility memiliki nilai terendah sehingga menjadi prioritas utama
perbaikan akibat terbatasnya fleksibilitas kapasitas operasional. Hal ini
ditunjukkan oleh nilai Upside Supply Chain Adaptability (USCA) sebesar
12,24% yang berada di bawah benchmark SCORmark kategori Parity serta nilai
Downside Supply Chain Adaptability (DSCA) sebesar 21,10%. Sementara itu,
atribut lainnya menunjukkan kinerja yang baik, yaitu reliability dengan nilai
Perfect Order Fulfillment (POF) sebesar 95,58%, atribut cost yang mencapai
kategori Superior dengan total biaya sebesar 23,54%, serta atribut asset
management yang berada pada kategori Advantage dengan nilai Cash-to-Cash
Cycle Time selama 7 hari. Untuk meningkatkan kinerja sistem, perusahaan
disarankan menerapkan perencanaan kapasitas yang terstruktur melalui
pengelolaan tenaga kerja, kapasitas penyimpanan, dan armada transportasi yang
lebih fleksibel.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 Juli 2026_Kholif Basri
