Pengaruh Kepemimpinan Analitik, Resilience Employment dan Motivasi Terhadap Kinerja Organisasi Sekolah dengan Ethical Organizational Culture Sebagai Variabel Intervening di SMA Negeri Wilayah Bakorwil V Jawa Timur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan analitik,
resilience employment, dan motivasi terhadap kinerja organisasi sekolah dengan
ethical organizational culture sebagai variabel intervening. Fokus penelitian
diarahkan pada guru-guru SMA Negeri di wilayah Bakorwil V Jawa Timur yang
secara agregat menunjukkan kinerja pendidikan cukup tinggi dalam literasi,
numerasi, iklim kebinekaan, dan keamanan sekolah, namun masih menghadapi
tantangan dalam penguatan karakter dan kualitas pembelajaran. Kesenjangan ini
mencerminkan perlunya peningkatan kapasitas guru, khususnya dalam kemampuan
berpikir analitik, ketahanan menghadapi tekanan kerja, serta dorongan motivasional
yang berkelanjutan. Secara teoritis, penelitian ini menjawab kelemahan hasil-hasil
empiris sebelumnya yang menunjukkan pengaruh yang belum konsisten dari
variabel-variabel tersebut terhadap kinerja organisasi sekolah, serta belum banyak
yang mengintegrasikan ethical organizational culture sebagai variabel mediasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei,
mengumpulkan data melalui kuesioner dari guru yang tercatat dalam Dapodik, dan
dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least
Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan analitik,
resilience employment, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap
ethical organizational culture. Selanjutnya, ethical organizational culture terbukti
memediasi secara signifikan pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kinerja
organisasi sekolah. Pengaruh langsung kepemimpinan analitik dan motivasi
terhadap kinerja organisasi sekolah terbukti signifikan, sementara pengaruh
resilience employment hanya signifikan secara tidak langsung melalui ethical
organizational culture. Temuan ini mempertegas bahwa penguatan budaya kerja
yang menjunjung tinggi integritas, keadilan, kolaborasi, dan tanggung jawab moral
sangat penting dalam mengoptimalkan peran guru sebagai penggerak kinerja
sekolah. Secara praktis, hasil penelitian ini menjadi dasar dalam merancang
program pengembangan profesional guru yang tidak hanya berfokus pada
kompetensi teknis, tetapi juga pada penguatan nilai dan etika organisasi. Model
konseptual yang dikembangkan memperluas wacana ilmiah dalam manajemen
sumber daya manusia pendidikan berbasis nilai, serta memberikan kontribusi nyata
bagi perumusan kebijakan sekolah yang adaptif, resilien, dan berkelanjutan.
Description
Reuploud file repositori 10 april 2026_Firli
