Komposisi Nyamuk Anopheles sp. Sebagai Vektor Malaria di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta
| dc.contributor.author | Binti Masruroh | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-12T01:44:02Z | |
| dc.date.issued | 2024-05-31 | |
| dc.description | Reupload Repository 12 Februari 2026_Hasyim/Firdiana | |
| dc.description.abstract | Komposisi Nyamuk Anopheles sp. Sebagai Vektor Malaria Di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta; Binti Masruroh; 201810401001; 38 halaman; Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember. Malaria merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia yang disebabkan oleh infeksi Plasmodium yang ditularkan melalui vektor perantara yaitu Anopheles. Salah satu wilayah di Indonesia yang merupakan daerah endemis malaria adalah Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah ini masih mencatatkan kasus malaria sebanyak 97 kasus pada tahun 2022. Nyamuk Anopheles memiliki tingkat diversitas yang tinggi, hal inilah yang menyebabkan penanganan malaria menjadi kurang maksimal. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 – Oktober 2023. Penangkapan nyamuk Anopheles dilakukan pada malam hari dimulai pukul 18.00 – 06.00 WIB dengan metode penangkapan menggunakan 5 indikator yakni Hinggap Manusia Dalam Rumah (HMDR), Hinggap Manusia Luar Rumah (HMLR), Istirahat Luar Rumah (ILR), Istirahat Sekitar Kandang Ternak (ISKT) dan Hinggap Ternak (HT). Larva Anopheles juga diambil untuk dilakukan tahapan rearing hingga menjadi nyamuk dewasa. Faktor abiotik pada lokasi penelitian juga diukur yang meliputi pH air, dan DO air. Penelitian dilakukan pada 3 lokasi yakni di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang dan Pengasih Kabupaten Kulon Progo dan dilakukan masing-masing pada 3 rumah di tiap lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies pada lokasi penelitian di Kecamatan Kalibawang dan Pengasih adalah Anopheles vagus sedangkan pada lokasi di Kecamatan Samigaluh didominasi oleh Anopheles kochi. Selain kedua spesies tersebut, ditemukan spesies lainnya yakni Anopheles maculatus, Anopheles barbirostris, Anopheles balabacensis, Anopheles aconitus, dan Anopheles annularis. Keseluruhan spesies yang ditemukan merupakan vektor malaria di Indonesia. Puncak kepadatan nyamuk Anopheles pada lokasi penelitian ditemukan pada pukul 20.00 – 01.00. Nyamuk yang tertangkap banyak didominasi pada metode penangkapan Istirahat Sekitar Kandang Ternak (ISKT), dengan dominansi spesies dan frekuensi penangkapannya banyak dijumpai dalam kondisi resting. Nyamuk yang ditemukan cenderung bersifat eksofilik dan zoofilik. Hasil pengukuran faktor abiotik pada habitat nyamuk yakni suhu dan kelembapan menunjukkan rentang suhu 20,7 – 26,4 oC dan kelembapan 70,04 – 82,6%. Faktor abiotik yang diukur pada lokasi penemuan larva meliputi pH air, dan DO air. Hasilnya menunjukkan rentang pH 8,1 – 8,8, dan DO air 5,1 – 8,8 mg/l. Hal tersebut menunjukkan bahwa lokasi penelitian memiliki lingkungan yang mendukung sebagai tempat kehidupan dari nyamuk Anopheles. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Syubbanul Wathon, S.Si., M.Si. DPA: Prof. Dr. rer. nat. Kartika Senjarini, S. Si., M.Si | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3066 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | i Nyamuk Anopheles sp. | |
| dc.subject | Malaria | |
| dc.title | Komposisi Nyamuk Anopheles sp. Sebagai Vektor Malaria di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta | |
| dc.type | Other |
