Penentuan Kadar Ibuprofen dalam Sediaan Tablet Menggunakan Metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) Kemometrik
| dc.contributor.author | Charang Sukma Mulyana | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-24T02:52:18Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-17 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 24 Feb 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang biasa digunakan pada infeksi yang diserta demam. Ibuprofen bekerja menghambat enzim siklooksigenase dengan cara mengganggu perubahan asam arakidonat menjadi prostaglandin. Bentuk sediaan ibuprofen tersedia dalam berbagai sediaan antar lain tablet, sirup, dan kapsul. Bentuk sediaan tablet memiliki kelebihan antara lain penggunaan yang mudah, dosis yang tepat, stabil dalam penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan penentuan kadar ibuprofen dalam sediaan tablet menggunakan metode FTIR kemometrik. Sebagai suatu metode analisis baru, maka perlu dilakukan validasi metode untuk menjadikannya sebagai metode analisis standar. Metode ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap pertama dilakukan dengan membuat sampel simulasi training set dan test set dengan rentang konsentrasi 40-80% b/b. Selanjutnya model kalibrasi yang terbentuk pada spektra FTIR diaplikasikan dalam sampel nyata. Banyaknya sampel nyata yang digunakan berjumlah 3 sampel obat. Penetapan kadar ibuprofen dengan menggunakan metode FTIR kemometrik dibandingkan dengan hasil penetapan kadar ibuprofen dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan metode statistik IBM SPSS 27. Hasil dari pembentukan model kalibrasi FTIR dengan kemometrik menunjukkan bahwa model PLS dapat diaplikasikan untuk penentuan kadaibuprofen karena memiliki nilai R² dan RMSE yaitu 0,9934 dan 0,9620 untuk model PLS untransform dan nilai pada model PLS derivative-2 nilai R² dan RMSE yaitu 0,9956 dan 0,7875. Model PLS diaplikasikan pada 3 sampel nyata dengan kode M, T, R yang menunjukkan kadar ibuprofen masing-masing yaitu 66,857 ± 1,212, 68,755 ± 0,322 dan 76,721 ± 0,999 pada metode FTIR-Kemometrik. Sedangkan pada metode spektofotometri UV-Vis menunjukkan kadar ibuprofen pada masing-masing sampel yaitu 68,659 ± 0,149, 69,243 ± 0,341 dan 76,125 ± 0,338. Kadar ibuprofen dengan metode FTIR - Kemometrik dan spektrofotometri UV-Vis dilakukan analisis data menggunakan uji T sampel berpasangan dan didapat nilai signifikansi sebesar 0,624. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan signifikan dari hasil kadar ibuprofen dengan metode FTIR-Kemometrik dan spektrofotometri UV- Vis karena nilai signifikansinya >0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode FTIR-Kemometrik dapat diaplikasikan untuk penentuan kadar ibuprofen dan metode FTIR-Kemometrik dan metode spektrofotometri UV-Vis tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : apt. Nia Kristiningrum, S. Farm., M. Farm. Dosen Pembimbing Anggota : apt. Lestyo Wulandari, S. Si., M.Farm | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4201 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Ibuprofen | |
| dc.subject | Tablet | |
| dc.subject | Fourier Transform Infrared Spectroscopy | |
| dc.subject | Kemometrik | |
| dc.title | Penentuan Kadar Ibuprofen dalam Sediaan Tablet Menggunakan Metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) Kemometrik | |
| dc.type | Other |
