Penentuan Kadar Ibuprofen dalam Sediaan Tablet Menggunakan Metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) Kemometrik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang biasa
digunakan pada infeksi yang diserta demam. Ibuprofen bekerja menghambat enzim
siklooksigenase dengan cara mengganggu perubahan asam arakidonat menjadi
prostaglandin. Bentuk sediaan ibuprofen tersedia dalam berbagai sediaan antar lain
tablet, sirup, dan kapsul. Bentuk sediaan tablet memiliki kelebihan antara lain
penggunaan yang mudah, dosis yang tepat, stabil dalam penyimpanan.
Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan penentuan kadar ibuprofen
dalam sediaan tablet menggunakan metode FTIR kemometrik. Sebagai suatu
metode analisis baru, maka perlu dilakukan validasi metode untuk menjadikannya
sebagai metode analisis standar.
Metode ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap pertama dilakukan
dengan membuat sampel simulasi training set dan test set dengan rentang
konsentrasi 40-80% b/b. Selanjutnya model kalibrasi yang terbentuk pada spektra
FTIR diaplikasikan dalam sampel nyata. Banyaknya sampel nyata yang digunakan
berjumlah 3 sampel obat. Penetapan kadar ibuprofen dengan menggunakan metode
FTIR kemometrik dibandingkan dengan hasil penetapan kadar ibuprofen dengan
menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan metode
statistik IBM SPSS 27.
Hasil dari pembentukan model kalibrasi FTIR dengan kemometrik
menunjukkan bahwa model PLS dapat diaplikasikan untuk penentuan
kadaibuprofen karena memiliki nilai R² dan RMSE yaitu 0,9934 dan 0,9620 untuk
model PLS untransform dan nilai pada model PLS derivative-2 nilai R² dan RMSE
yaitu 0,9956 dan 0,7875. Model PLS diaplikasikan pada 3 sampel nyata dengan
kode M, T, R yang menunjukkan kadar ibuprofen masing-masing yaitu 66,857 ±
1,212, 68,755 ± 0,322 dan 76,721 ± 0,999 pada metode FTIR-Kemometrik.
Sedangkan pada metode spektofotometri UV-Vis menunjukkan kadar ibuprofen
pada masing-masing sampel yaitu 68,659 ± 0,149, 69,243 ± 0,341 dan 76,125 ±
0,338. Kadar ibuprofen dengan metode FTIR - Kemometrik dan spektrofotometri
UV-Vis dilakukan analisis data menggunakan uji T sampel berpasangan dan
didapat nilai signifikansi sebesar 0,624. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak adanya
perbedaan signifikan dari hasil kadar ibuprofen dengan metode FTIR-Kemometrik
dan spektrofotometri UV- Vis karena nilai signifikansinya >0,05. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa metode FTIR-Kemometrik dapat diaplikasikan untuk
penentuan kadar ibuprofen dan metode FTIR-Kemometrik dan metode
spektrofotometri UV-Vis tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan.
Description
Reuploud file repositori 24 Feb 2026_Firli
