Pengaruh Variasi Perbandingan Pati Kulit Singkong dan Eceng Gondok pada Pembuatan Bioplastik

dc.contributor.authorMohammad Robith Hasmi Assiddiqi
dc.date.accessioned2026-03-25T01:48:54Z
dc.date.issued2025-07-08
dc.descriptionReupload file repositori 11 Mar 2026_Maya
dc.description.abstractPlastik menjadi permasalahan lingkungan global, termasuk di Indonesia yang merupakan penyumbang sampah plastik laut terbesar kedua setelah Tiongkok. Plastik sintetis umumnya dibuat dari bahan baku fosil seperti batubara, gas alam, dan minyak bumi, serta sulit terurai oleh mikroorganisme karena strukturnya yang kompleks. Meskipun plastik memiliki banyak keunggulan seperti ringan, mudah diproduksi, dan memiliki sifat mekanik yang baik sehingga banyak digunakan di berbagai industri, namun sampah plastik menimbulkan pencemaran lingkungan dan merusak habitat. Alternatif ramah lingkungan yang diperlukan untuk mengatasi hal tersebut berupa bioplastik, yaitu plastik yang terbuat dari bahan alami seperti selulosa, lignin, dan pati, yang mudah terurai di alam. Bioplastik memiliki fungsi serupa dengan plastik konvensional, tetapi lebih cepat terdegradasi dan lebih aman bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi dan gliserol pada bioplastik dari pati kulit singkong dan eceng gondok terhadap beberapa parameter, yaitu biodegradasi, daya serap air, elongasi, ketebalan, dan kuat tarik. Proses pre-treatment, yaitu pencucian dan pengeringan eceng gondok selama tiga hari serta penghancuran kulit singkong yang dicampur air. Pati kulit singkong diperoleh melalui proses ekstraksi, pengendapan selama 12 jam, pengeringan pada suhu 70°C selama 2 jam, dan pengayakan dengan ukuran 200 mesh. Eceng gondok yang telah digiling kemudian diayak dengan ayakan ukuran 200 mesh. Proses pembuatan bioplastik dilakukan dengan mencampur kedua bahan dalam tiga rasio (85:15, 90:10, 95:5) dan menambahkan gliserol (2%, 4%, 6%) serta asam asetat 1%. Proses pencetakan dilakukan dengan menuangkan adonan bioplastik dalam cetakan berukuran 20×20×2 cm yang telah dialasi kertas teflon dan dikeringkan pada suhu ruang selama 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan belum memenuhi standar nilai kuat tarik yang ditetapkan oleh ASTM D882-18, dengan nilai kuat tarik berkisar antara 0,0010 hingga 0,0345 MPa. Ketebalan yang diperoleh berada di rentang 0,16 hingga 0,60 mm, nilai tersebut memenuhi kriteria ASTM D882-18 dengan ketebalan <1 mm. Nilai persentase biodegradasi yang dicapai pada hari ke-45 berada dalam kisaran 1,45% hingga 3,40%, dengan berat awal sampel berkisar antara 1,55 hingga 4,53 gram. Nilai persentase daya serap yang diperoleh berada dalam rentang 0,19% hingga 1,25%, dengan berat awal sampel antara 0,28 hingga 0,65 gram. Nilai persentase elongasi yang diperoleh berada dalam rentang 0,10% hingga 0,70%, dengan panjang awal sampel 15 cm.
dc.description.sponsorshipDPU: Ir. Audiananti Meganandi Kartini, S.Si., M.T. DPA: Dr. Ir. Yeny Dhokhikah, S.T., M.T.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5493
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectPlastik
dc.titlePengaruh Variasi Perbandingan Pati Kulit Singkong dan Eceng Gondok pada Pembuatan Bioplastik
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Mohammad Robith Hasmi Assiddiqi - 211910601064.pdf
Size:
1.66 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: