Pengaruh Variasi Perbandingan Pati Kulit Singkong dan Eceng Gondok pada Pembuatan Bioplastik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Plastik menjadi permasalahan lingkungan global, termasuk di Indonesia
yang merupakan penyumbang sampah plastik laut terbesar kedua setelah
Tiongkok. Plastik sintetis umumnya dibuat dari bahan baku fosil seperti batubara,
gas alam, dan minyak bumi, serta sulit terurai oleh mikroorganisme karena
strukturnya yang kompleks. Meskipun plastik memiliki banyak keunggulan
seperti ringan, mudah diproduksi, dan memiliki sifat mekanik yang baik sehingga
banyak digunakan di berbagai industri, namun sampah plastik menimbulkan
pencemaran lingkungan dan merusak habitat. Alternatif ramah lingkungan yang
diperlukan untuk mengatasi hal tersebut berupa bioplastik, yaitu plastik yang
terbuat dari bahan alami seperti selulosa, lignin, dan pati, yang mudah terurai di
alam. Bioplastik memiliki fungsi serupa dengan plastik konvensional, tetapi lebih
cepat terdegradasi dan lebih aman bagi lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi
dan gliserol pada bioplastik dari pati kulit singkong dan eceng gondok terhadap
beberapa parameter, yaitu biodegradasi, daya serap air, elongasi, ketebalan, dan
kuat tarik. Proses pre-treatment, yaitu pencucian dan pengeringan eceng gondok
selama tiga hari serta penghancuran kulit singkong yang dicampur air. Pati kulit
singkong diperoleh melalui proses ekstraksi, pengendapan selama 12 jam,
pengeringan pada suhu 70°C selama 2 jam, dan pengayakan dengan ukuran 200
mesh. Eceng gondok yang telah digiling kemudian diayak dengan ayakan ukuran
200 mesh. Proses pembuatan bioplastik dilakukan dengan mencampur kedua
bahan dalam tiga rasio (85:15, 90:10, 95:5) dan menambahkan gliserol (2%, 4%,
6%) serta asam asetat 1%. Proses pencetakan dilakukan dengan menuangkan
adonan bioplastik dalam cetakan berukuran 20×20×2 cm yang telah dialasi kertas
teflon dan dikeringkan pada suhu ruang selama 48 jam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan belum
memenuhi standar nilai kuat tarik yang ditetapkan oleh ASTM D882-18, dengan
nilai kuat tarik berkisar antara 0,0010 hingga 0,0345 MPa. Ketebalan yang
diperoleh berada di rentang 0,16 hingga 0,60 mm, nilai tersebut memenuhi kriteria
ASTM D882-18 dengan ketebalan <1 mm. Nilai persentase biodegradasi yang dicapai pada hari ke-45 berada dalam kisaran 1,45% hingga 3,40%, dengan berat
awal sampel berkisar antara 1,55 hingga 4,53 gram. Nilai persentase daya serap
yang diperoleh berada dalam rentang 0,19% hingga 1,25%, dengan berat awal
sampel antara 0,28 hingga 0,65 gram. Nilai persentase elongasi yang diperoleh
berada dalam rentang 0,10% hingga 0,70%, dengan panjang awal sampel 15 cm.
Description
Reupload file repositori 11 Mar 2026_Maya
