Hubungan Kebiasaan Konsumsi Teh Hitam (Camellia Sinensis) Dan Lama Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Gladak Pakem Kabupaten Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Anemia merupakan suatu kondisi jumlah sel darah merah mengalami penurunan <12 g/dL pada remaja putri usia ≥15 tahun, yang dipengaruhi oleh kurangnya kadar hemoglobin dalam memproduksi sel darah merah. Anemia pada remaja putri bisa disebabkan penyerapan Fe rendah, kebutuhan Fe meningkat, dan penyakit atau infeksi. Rendahnya penyerapan Fe salah satunya dikarenakan konsumsi inhibitor Fe, seperti tanin pada teh hitam, yang menjadi jenis minuman paling banyak dikonsumsi dan diproduksi. Meningkatnya kebutuhan Fe bisa disebabkan menstruasi pada remaja putri, yang dapat dilihat salah satunya dari lama menstruasi.
Prevalensi terkait anemia pada remaja putri di Kabupaten Jember tahun 2023, mengalami kenaikan di tiga triwulan terakhir. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan, menunjukkan daerah yang memiliki prevalensi anemia tertinggi di Kabupaten Jember, yakni wilayah kerja Puskesmas Gladak Pakem. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi teh hitam (Camellia sinensis) dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Gladak Pakem Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik proportional random sampling yang diperoleh responden berjumlah 81 remaja putri yang bersekolah di wilayah kerja Puskesmas Gladak Pakem. Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan masing-masing variabel. Pada analisis bivariat untuk melihat hubungan dari dua variabel menggunakan uji chi-square. Sedangkan analisis multivariat untuk menghubunkan semua variabel dan diuji bersama menggunakan analisis regresi logistic. Proses pengambilan data pada penelitian ini sudah memiliki laik etik penelitian di KEPK Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember No. 3024/UN25.8/KEPK/DL/2025.
Hasil penelitian didapatkan sebanyak 50,6% remaja putri mengalami anemia, dan kebiasaan konsumsi teh hitam yang tinggi sebanyak 59,3%, serta lama menstruasi yang tidak normal sebanyak 50,6%. Analisis bivariat dengan uji chi-square pada variabel konsumsi teh hitam diperoleh nilai (p-value 0,002<0,05; POR 4,194; CI 1,62-10,83) dan variabel lama menstruasi diperoleh nilai (p-value 0,001<0,05; POR 4,473; CI 1,76-11,37). Nilai tersebut berarti variabel konsumsi teh hitam dan lama menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia, yang memiliki risiko sebesar 4,1 pada konsumsi teh hitam dan 4,4 pada lama menstruasi.
Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda, kedua variabel memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Hasil uji variabel konsumsi teh hitam diperoleh nilai (aPOR 3,241; p-value<0,005; CI 1,19-8,79) yang berarti remaja putri dengan kebiasaan konsumsi teh hitam yang tinggi 3,2 kali berisiko mengalami anemia. Pada variabel lama menstruasi diperoleh nilai (aPOR 3,550; p-value<0,003; CI 1,34-9,40) yang berarti remaja putri dengan lama menstruasi tidak normal berisiko 3,5 mengalami anemia.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa variabel konsumsi teh hitam dan lama menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Gladak Pakem, Kabupaten Jember. Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan edukasi berupa penyuluhan atau penyampaian lewat media, seperti poster atau leaflet, pada remaja putri, terkait pencegahan kejadian anemia dengan faktor risiko konsumsi teh hitam dan lama menstruasi. Saran untuk penelitian selanjutnya yakni diharapkan dapat menambahkan variabel lain seperti jenis inhibitor Fe selain teh hitam seperti kopi atau cokelat, dan lama siklus serta volume darah yang keluar saat menstruasi.
Description
Reupload Repositori File 03 Februari 2026_Kholif Basri
