Manajemen Pembelajaran dalam Peningkatkan Hasil Belajar pada Program Kesetaraan Paket B Desa Suco Kabupaten Jember

dc.contributor.authorMuhammad Mukhlisin
dc.date.accessioned2026-03-26T05:06:00Z
dc.date.issued2025-06-05
dc.descriptionReupload Repository Maya 25 Maret 2026
dc.description.abstractPendidikan kesetaraan atau pendidikan berkelanjutan meliputi paket A (setara SD), paket B (setara SMP), dan paket C (setara SMA). Peserta didik atau masyarakat yang mengikuti program kesetaraan adalah mereka yang tidak dapat menempuh pendidikan formal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, ekonomi, pekerjaan, kondisi geografis, putus sekolah, pergaulan, dan lain sebagainya. Seperti permasalahan yang ada di Desa Mumbulsari, dimana masih banyak warga yang putus sekolah dikarenakan beberapa faktor seperti terkendala ekonomi (finansial), dan waktu. Dengan demikian diperlukannya pendidikan kesetaraan. Dalam pendidikan kesetaraan pendidik (tutor) mempunyai peran yang penting dalam memberikan materi untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran kesetaraan program paket B di Desa Suco memberikan dampak hasil belajar dimana masyarakatnya mempunyai semangat untuk belajar sehingga mereka dapat meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan. Keberhasilan manajemen pada pembelajaran kesetaraan paket B dapat dilihat dari kemampuan yang sudah dimiliki oleh warga belajar terkait dengan kognitif, afektif, dan psikomotorik yang didapatkan dari hasil selama mereka belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen pembelajaran dalam peningkatkan hasil belajar pada program kesetaraan paket B Desa Suco Kabupaten Jember?. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran dalam peningkatkan hasil belajar pada kesetaraan paket B Desa Suco Kabupaten Jember. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menentukan lokasi penelitian menggunakan purposive area sehingga dipilih Desa Suco Kabupaten Jember. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data digunakan adalah observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik keabsahan data peneliti menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, serta triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Terakhir, untuk teknik analisis data peneliti menggunakan analisis Milles and Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran yang dilakukan oleh tutor yang pertama yakni proses perencanaan pembelajaran di kesetaraan paket B Desa Suco terlebih dahulu mengindentifikasi karakteristik warga belajar (usia yang berbeda, latar belakang berbeda), kesenjangan kompetensi akademik, kebutuhan fungsional, ketersediaan sumber daya sehingga dengan mengindetifikasi masalah dan kebutuhan secara cermat maka penyusunan perencanaan pembelajaran dapat membuat keputusan yang lebih tepat mengenai materi pembelajaran, media pembelajaran, dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi warga belajar, untuk materi pembelajaran disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan warga belajar untuk memahami materi yang disampaikan oleh tutor dengan menyiapkan media seperti metode pembelajaran, sarana dan prasarana untuk menunjang pembelajaran yang efektif. Kedua, pengorganisasian dilakukan sebelum pelaksanaan pembelajaran berlangsung, seorang tutor mengorganisasikan materi pembelajaran paket B dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan dari masing-masing warga belajar yang nantinya akan lebih mudah dipahami dan diakses oleh mereka seperti, pembentukan kelompok belajar, sarana dan pra sarana, pengaturan jadwal pembelajaran, pengelolaan sumber daya, dan keterlibatan pihak atau instansi dari luar untuk bekerjasama. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran di paket B disesuaikan dengan perencanaan yang sudah dirancang sebelumnya seperti, pembelajaran yang efektif, sumber daya (modul, buku, dan media teknologi), metode pembelajaran yang sesuai dengan warga belajar yang sudah sangat matang dalam melaksanakan pembelajaran, sampai proses penilaian serta evaluasi pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran paket B yang sudah dilakukan oleh tutor mulai dari perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan memegang peranan penting dalam upaya peningkatan hasil belajar warga belajar pada program kesetaraan paket B. Aspek perencanaan yang matang, pelaksanaan pembelajaran yang inovatif, dan pelaksanaan yang di dalamnya terdapat evaluasi berkelanjutan dan komprehensif. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran yang holistik dan terintegrasi, menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan hasil belajar warga belajar paket B. Saran untuk masyarakat, masyarakat bisa lebih mendukung dan memanfaatkan program pendidikan kesetaraan untuk meningkatkan kualitas hidup dan keterampilan untuk generasi penerus.
dc.description.sponsorshipDPU : Deditiani Tri Indrianti, S.Pd., M.Sc. CIQaR DPA: Linda Fajarwati, S.Pd., M.Pd
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5670
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectManajemen Pembelajaran
dc.subjectPeningkatkan Hasil Belajar
dc.subjectProgram Kesetaraan
dc.titleManajemen Pembelajaran dalam Peningkatkan Hasil Belajar pada Program Kesetaraan Paket B Desa Suco Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
MUHAMMAD MUKHLISIN - 180210201060.pdf
Size:
1.63 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: