Manajemen Pembelajaran dalam Peningkatkan Hasil Belajar pada Program Kesetaraan Paket B Desa Suco Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pendidikan kesetaraan atau pendidikan berkelanjutan meliputi paket A
(setara SD), paket B (setara SMP), dan paket C (setara SMA). Peserta didik atau
masyarakat yang mengikuti program kesetaraan adalah mereka yang tidak dapat
menempuh pendidikan formal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu,
ekonomi, pekerjaan, kondisi geografis, putus sekolah, pergaulan, dan lain
sebagainya. Seperti permasalahan yang ada di Desa Mumbulsari, dimana masih
banyak warga yang putus sekolah dikarenakan beberapa faktor seperti terkendala
ekonomi (finansial), dan waktu. Dengan demikian diperlukannya pendidikan
kesetaraan. Dalam pendidikan kesetaraan pendidik (tutor) mempunyai peran yang
penting dalam memberikan materi untuk mencapai keberhasilan pembelajaran.
Dalam kegiatan pembelajaran kesetaraan program paket B di Desa Suco
memberikan dampak hasil belajar dimana masyarakatnya mempunyai semangat
untuk belajar sehingga mereka dapat meningkatkan pengetahuan dan menambah
wawasan. Keberhasilan manajemen pada pembelajaran kesetaraan paket B dapat
dilihat dari kemampuan yang sudah dimiliki oleh warga belajar terkait dengan
kognitif, afektif, dan psikomotorik yang didapatkan dari hasil selama mereka
belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen
pembelajaran dalam peningkatkan hasil belajar pada program kesetaraan paket B
Desa Suco Kabupaten Jember?. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan
manajemen pembelajaran dalam peningkatkan hasil belajar pada kesetaraan paket
B Desa Suco Kabupaten Jember.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif
dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menentukan lokasi penelitian menggunakan
purposive area sehingga dipilih Desa Suco Kabupaten Jember. Penentuan
informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data digunakan adalah observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Sedangkan, teknik keabsahan data peneliti menggunakan
perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, serta triangulasi sumber,
triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Terakhir, untuk teknik analisis data
peneliti menggunakan analisis Milles and Hubberman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran yang
dilakukan oleh tutor yang pertama yakni proses perencanaan pembelajaran di
kesetaraan paket B Desa Suco terlebih dahulu mengindentifikasi karakteristik
warga belajar (usia yang berbeda, latar belakang berbeda), kesenjangan
kompetensi akademik, kebutuhan fungsional, ketersediaan sumber daya sehingga
dengan mengindetifikasi masalah dan kebutuhan secara cermat maka penyusunan
perencanaan pembelajaran dapat membuat keputusan yang lebih tepat mengenai
materi pembelajaran, media pembelajaran, dan metode pembelajaran yang
disesuaikan dengan situasi dan kondisi warga belajar, untuk materi pembelajaran
disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan warga belajar
untuk memahami materi yang disampaikan oleh tutor dengan menyiapkan media
seperti metode pembelajaran, sarana dan prasarana untuk menunjang
pembelajaran yang efektif.
Kedua, pengorganisasian dilakukan sebelum pelaksanaan pembelajaran
berlangsung, seorang tutor mengorganisasikan materi pembelajaran paket B
dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan dari masing-masing warga
belajar yang nantinya akan lebih mudah dipahami dan diakses oleh mereka
seperti, pembentukan kelompok belajar, sarana dan pra sarana, pengaturan jadwal
pembelajaran, pengelolaan sumber daya, dan keterlibatan pihak atau instansi dari
luar untuk bekerjasama.
Ketiga, pelaksanaan pembelajaran di paket B disesuaikan dengan
perencanaan yang sudah dirancang sebelumnya seperti, pembelajaran yang
efektif, sumber daya (modul, buku, dan media teknologi), metode pembelajaran
yang sesuai dengan warga belajar yang sudah sangat matang dalam melaksanakan
pembelajaran, sampai proses penilaian serta evaluasi pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen
pembelajaran paket B yang sudah dilakukan oleh tutor mulai dari perencanaan,
pengorganisasian, dan pelaksanaan memegang peranan penting dalam upaya
peningkatan hasil belajar warga belajar pada program kesetaraan paket B. Aspek
perencanaan yang matang, pelaksanaan pembelajaran yang inovatif, dan
pelaksanaan yang di dalamnya terdapat evaluasi berkelanjutan dan komprehensif.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran yang
holistik dan terintegrasi, menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan hasil
belajar warga belajar paket B. Saran untuk masyarakat, masyarakat bisa lebih
mendukung dan memanfaatkan program pendidikan kesetaraan untuk
meningkatkan kualitas hidup dan keterampilan untuk generasi penerus.
Description
Reupload Repository Maya 25 Maret 2026
