Analisis Efek Terapi Kombinasi Beras Analog dan Glimepirid terhadap Kadar MDA Pankreas pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2

dc.contributor.authorMohammad Daffa Ahlulkemal
dc.date.accessioned2026-03-11T05:47:33Z
dc.date.issued2024-02-21
dc.descriptionReupload file repositori 10 Mar 2026_Maya
dc.description.abstractDiabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang memiliki ciri khas yaitu hiperglikemia yang menjadi akibat dari salah satu kelainan pada sekresi insulin atau kerja insulin ataupun keduanya. Kasus diabetes melitus tipe 2 (DMT 2) diperkirakan mencapai 9 0% dari keseluruhan kasus DM yang ditandai dengan kekurangan sekresi insulin oleh sel β pankreas dan resistensi insulin jaringan yang ditandai dengan adanya hiperglikemia sehingga menyebabkan stres oksidatif. Peroksidasi lipid dari asam lemak tak jenuh men cerminkan peningkatan stres oksidatif pada diabetes melitus. Pemberian terapi oral dapa t diberikan obat golongan sulfonilurea yaitu glimepirid. Terapi pertama pada penderita diabetes melitus adalah mengubah gaya hidup, dengan cara mengubah menu makanan dar i beras padi menjadi beras analog yang terbuat dari bahan baku MOCAF dan jagung. Beras analog memiliki resistant startch dan serat yang tinggi sehingga dapat menurunkan indeks glikemik dan merangsang produksi GLP 1, memiliki senyawa fenolik dan β karoten yang berfungsi sebagai antioksidan. Penilitian ini untuk mengetahu i efek terapi kombinasi beras analog dan beras analog terhadap kadar MDA pankreas pada tikus diabetes melitus tipe 2. Jenis peneilitian yang digunakan adalah true experimental design with post test only control design. Unit ekperimental dan replikasi yang digunakan adalah tikus jantan putih ( Rattus novergicus ) bergalur Wistar , usia 2 3 bualn, berat badan 150 250 gram, sehat ditandai dengan struktur anatomi normal, dan gerakan yang akti f. Tikus sebanyak 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol yaitu tikus sehat yang diberikan pakan standar. Kelompok negatif yaitu tikus diabetes melitus yang berikan pakan standar dan disonde Na CMC. Kelompok perlakuan 1 yaitu tikus d iabetes melitus yang diberikan pakan standar dan disonde glimepirid dengan dosis 0, 1 mg/KgBB. Kelompok perlakuan 2 yang diberikan pakan beras analog dan disonde glimepirid 0,1 mg/KgBB. Perlakuan tersebut dilakukan selama 45 hari. Hari ke 46 tikus ditermina si menggunakan ketamin 75 mg/KgBB dan xylazine 5 mg/KgBB. Pengukuran kadar MDA pankreas menggunakan metode metode enzyme linked immunosorbent assay ( Hasil data dari pemeriksaan di dapa tkan rata rata tiap kelompok nya yaitu, kontrol 0,437 ± 0,141; Ne gatif 0,649 ± 0,341; P1 0,384 ± 0,068; P2 0,300 ± 0,131. Hasil dari uji normalitas dan homogenitas didapatkan data terdistribusi normal dan homogen ditandai dengan p>0,05. Selanjutnya data dilakukan analisis mengunakan One w ay Anova . Uji selanjut nya untuk mengetahui perbedaan antar kelompok menggunakan Uji Post h oc Bonferroni yang menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok P2 terhadap kelompok negatif. Disimpulkan bahwa pemberian terapi kombinasi beras analog dan glimepirid mampu menuru nkan kadar MDA pankreas tikus DMT 2
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. dr. Hairrudin, M.Kes . DPA: dr. Eny Nurmaida, M.Bio.ET.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5168
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectKadar MDA Pankreas pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2
dc.titleAnalisis Efek Terapi Kombinasi Beras Analog dan Glimepirid terhadap Kadar MDA Pankreas pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
MOHAMMAD DAFFA AHLULKEMAL - 192010101154.pdf
Size:
3.13 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: