Analisis Efek Terapi Kombinasi Beras Analog dan Glimepirid terhadap Kadar MDA Pankreas pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang memiliki ciri khas
yaitu hiperglikemia yang menjadi akibat dari salah satu kelainan pada sekresi
insulin atau kerja insulin ataupun keduanya. Kasus diabetes melitus tipe 2 (DMT
2) diperkirakan mencapai 9 0% dari keseluruhan kasus DM yang ditandai dengan
kekurangan sekresi insulin oleh sel β pankreas dan resistensi insulin jaringan yang
ditandai dengan adanya hiperglikemia sehingga menyebabkan stres oksidatif.
Peroksidasi lipid dari asam lemak tak jenuh men cerminkan peningkatan stres
oksidatif pada diabetes melitus. Pemberian terapi oral dapa t diberikan obat
golongan sulfonilurea yaitu glimepirid. Terapi pertama pada penderita diabetes
melitus adalah mengubah gaya hidup, dengan cara mengubah menu makanan dar i
beras padi menjadi beras analog yang terbuat dari bahan baku MOCAF dan
jagung. Beras analog memiliki resistant startch dan serat yang tinggi sehingga
dapat menurunkan indeks glikemik dan merangsang produksi GLP 1, memiliki
senyawa fenolik dan β karoten yang berfungsi sebagai antioksidan. Penilitian ini
untuk mengetahu i efek terapi kombinasi beras analog dan beras analog terhadap
kadar MDA pankreas pada tikus diabetes melitus tipe 2.
Jenis peneilitian yang digunakan adalah
true experimental design with post
test only control design. Unit ekperimental dan replikasi yang digunakan adalah
tikus jantan putih ( Rattus novergicus ) bergalur Wistar , usia 2 3 bualn, berat badan
150 250 gram, sehat ditandai dengan struktur anatomi normal, dan gerakan yang
akti f. Tikus sebanyak 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok
kontrol yaitu tikus sehat yang diberikan pakan standar. Kelompok negatif yaitu
tikus diabetes melitus yang berikan pakan standar dan disonde Na CMC.
Kelompok perlakuan 1 yaitu tikus d iabetes melitus yang diberikan pakan standar
dan disonde glimepirid dengan dosis 0, 1 mg/KgBB. Kelompok perlakuan 2 yang
diberikan pakan beras analog dan disonde glimepirid 0,1 mg/KgBB. Perlakuan
tersebut dilakukan selama 45 hari. Hari ke 46 tikus ditermina si menggunakan
ketamin 75 mg/KgBB dan xylazine 5 mg/KgBB. Pengukuran kadar MDA
pankreas menggunakan metode metode enzyme linked immunosorbent assay
(
Hasil data dari pemeriksaan di
dapa tkan rata rata tiap kelompok nya yaitu,
kontrol 0,437 ± 0,141; Ne gatif 0,649 ± 0,341; P1 0,384 ± 0,068; P2 0,300 ± 0,131.
Hasil dari uji normalitas dan homogenitas didapatkan data terdistribusi normal
dan homogen ditandai dengan p>0,05. Selanjutnya data dilakukan analisis
mengunakan One w ay Anova . Uji selanjut nya untuk mengetahui perbedaan antar
kelompok menggunakan Uji Post h oc Bonferroni yang menunjukan terdapat
perbedaan signifikan antara kelompok P2 terhadap kelompok negatif.
Disimpulkan bahwa pemberian terapi kombinasi beras analog dan glimepirid
mampu menuru nkan kadar MDA pankreas tikus DMT 2
Description
Reupload file repositori 10 Mar 2026_Maya
