Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ketahanan Pangan dan Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan di Wilayah Tapal Kuda
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas pertanian
Abstract
Ketahanan pangan merupakan isu utama dalam pembangunan daerah, salah
satunya wilayah Tapal Kuda. Wilayah Tapal Kuda merupakan salah satu wilayah
yang memiliki potensi dalam pertanian. Hal tersebut ditunjukkan dengan wilayah
Tapal Kuda termasuk wilayah agraris dan berada di wilayah Provinsi Jawa Timur
atau wilayah sebagai lumbung padi terbesar di Indonesia. Rata-rata kabupaten yang
berada di wilayah Tapal Kuda mempunyai indikator Indeks Ketahanan Pangan
“tahan” dan “sangat tahan”, namun berbanding terbalik dengan nilai prevalensi
stunting dengan rata-rata indikator “kurang”. Masalah lain yang terjadi di wilayah
Tapal Kuda yaitu luas lahan panen yang relatif menurun, produksi padi menurun
dan tingkat kemiskinan yang dapat menurunkan tingkat ketahanan pangan wilayah.
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis sejauh mana faktor-faktor
yang diidentifikasi memengaruhi ketahanan pangan di wilayah Tapal Kuda dan
merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan ketahanan pangan di
wilayah Tapal Kuda. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel
dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Variabel PDRB (X1) berpengaruh
nyata pada ketahanan pangan di wilayah Tapal Kuda, ditunjukan oleh nilai
probabilitas yaitu 0,0000 kurang dari nilai taraf 0,10. Variabel PDRB memiliki nilai
koefisien positif sebesar 0,000212, artinya apabila terdapat kenaikan PDRB sebesar
1 Rupiah maka akan meningkatkan indeks ketahanan pangan di wilayah Tapal
Kuda sebesar 0,000212. Variabel produksi padi (X2) berpengaruh nyata pada
ketahanan pangan di wilayah Tapal Kuda, ditunjukan oleh nilai probabilitas yaitu
0,0691 kurang dari nilai taraf 0,10. Variabel produksi padi memiliki nilai koefisien
positif sebesar 1,63000005, artinya apabila terdapat kenaikan produksi padi sebesar
1 ton maka akan meningkatkan indeks ketahanan pangan di wilayah Tapal Kuda
sebesar 1,63. Variabel kemiskinan (X3) tidak berpengaruh nyata pada ketahananpangan di wilayah Tapal Kuda, ditunjukan oleh nilai probabilitas yaitu 0.8457 lebih
besar dari nilai taraf 0,10. Variabel kemiskinan memiliki nilai koefisien negatif
sebesar -0,116214, artinya apabila terdapat kenaikan kemiskinan sebesar 1% maka
akan menurunkan indeks ketahanan pangan di wilayah Tapal Kuda sebesar
0,116214. variabel harga beras (X4) tidak berpengaruh nyata pada ketahanan
pangan di wilayah Tapal Kuda, ditunjukan oleh nilai probabilitas yaitu 0.5758 lebih
besar dari nilai taraf 0,10. Variabel harga beras memiliki nilai koefisien negatif
sebesar -0,000383, artinya apabila terdapat kenaikan harga beras sebesar 1 Rupiah
maka akan menurunkan indeks ketahanan pangan di wilayah Tapal Kuda sebesar
0,000383.
(2) Strategi untuk peningkatan ketahanan pangan di wilayah Tapal Kuda
dapat dilakukan dengan strategi diversifikasi, dimana strategi tersebut
mengoptimalkan kekuatan yang ada dan menghadapi ancaman. Strategi Strengths
Threats (S-T) melibatkan beberapa langkah penting. Pertama, meningkatkan peran
pemerintah dalam menjalankan program berbasis pengembangan produksi pangan
lokal guna menyeimbangkan pertumbuhan jumlah penduduk, seperti melalui
ekonomi kreatif, produktif, dan padat karya. Kedua, mengadopsi praktik pertanian
berkelanjutan yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan iklim demi
menjaga kelangsungan produksi pangan. Ketiga, memperkuat regulasi terkait
keamanan pangan dengan dukungan kelembagaan agar masyarakat dapat
mengakses pangan yang aman dan berkualitas.
Description
Reupload file repository 9 februari 2026_agus/feren
