Pengaruh Diabetes Health Education dengan Pendekatan Patient-Centered Care Berbasis Self-efficacy terhadap Problem Solving Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSD dr. Soebandi Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Kemampuan problem solving merupakan komponen penting dalam self-management penyakit kronis, terutama pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) yang harus mengambil keputusan perawatan mandiri setiap hari. Rendahnya kemampuan problem solving berkaitan dengan meningkatnya risiko komplikasi, hospitalisasi, dan readmisi. Salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah pemberian diabetes health education (DHE) melalui pendekatan patient-centered care (PCC) berbasis self-efficacy. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh DHE dengan pendekatan PCC berbasis self-efficacy terhadap problem solving pasien DMT2 di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest with control group, melibatkan 48 responden (24 kelompok intervensi, 24 kelompok kontrol) yang dipilih melalui consecutive sampling dengan alokasi kelompok blok. Problem solving diukur menggunakan ERPACD (Escala de Resolución de Problemas para pacientes con Diabetes) yang terdiri dari subdomain avoidant dan effective problem solving, diukur sebelum intervensi dan dua minggu setelah pasien pulang dari rumah sakit. Analisis data menggunakan dependent t-test untuk perbandingan dalam kelompok dan Welch t-test untuk perbandingan selisih skor antar kelompok. Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua subdomain (avoidant: Δ=22,537; effective: Δ=21,350; keduanya p<0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (avoidant: p=0,862; effective: p=0,590). Perbedaan antar kelompok signifikan pada kedua subdomain (p<0,001) dengan effect size besar (Hedges' g=1,94 dan 1,69).DHE dengan pendekatan PCC berbasis self-efficacy secara signifikan meningkatkan kemampuan problem solving pasien DMT2. Perawat disarankan mengadopsi model edukasi terstruktur dan berpusat pada pasien ini sebagai bagian dari penatalaksanaan DMT2 secara komprehensif.

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 Juli 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By