Pengaruh ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) Terhadap histologi ginjal tikus (Rattus norvegicus) jantan setelah perlakuan deltametrin
| dc.contributor.author | Suhartatin | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T03:40:14Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-23 | |
| dc.description | Reupload Repository 4 Februari 2026_Hasim/Firdiana | |
| dc.description.abstract | Ginjal berperan penting dalam menyaring darah dan membuang zat toksik dari tubuh. Paparan insektisida seperti deltametrin dapat menyebabkan stres oksidatif akibat produksi Reactive Oxygen Species (ROS) yang tinggi, sehingga merusak struktur sel dan jaringan antara lain ginjal. Deltametrin yang dimetabolisme dalam tubuh menghasilkan anion superoksida yang merusak protein, lipid, dan DNA, serta menyebabkan atrofi glomerulus dan dilatasi ruang kapsula Bowman. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan tersebut adalah dengan pemberian antioksidan alami seperti rimpang kunyit yang mengandung senyawa aktif kurkumin. Kurkumin memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang mampu menetralkan ROS dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan tubuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak rimpang kunyit terhadap histologi ginjal tikus (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi deltametrin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 24 ekor tikus jantan yang dibagi dalam empat kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (tanpa deltametrin), kontrol positif (deltametrin 1,5 mg/kg bb), D1 (deltametrin dan ekstrak kunyit 250 mg/kg bb), dan D2 (deltametrin dan ekstrak kunyit 500 mg/kg bb). Deltametrin diberikan secara intraperitoneal dan ekstrak kunyit secara gavage selama 21 hari, masing-masing dengan volume 1 ml. Setelah itu, ginjal tikus diambil dan dibuat preparat histologi dengan metode parafin dan pewarnaan HE untuk mengamati diameter glomerulus dan jarak ruang kapsula Bowman. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rimpang kunyit berpengaruh signifikan terhadap diameter glomerulus dan jarak ruang kapsula Bowman. Kelompok D1 menunjukkan hasil yang paling mendekati kelompok kontrol negatif, dengan diameter glomerulus meningkat dan jarak ruang kapsula Bowman menurun secara signifikan dibanding kelompok kontrol positif. Hal ini menunjukkan bahwa kurkumin efektif dalam menekan kerusakan struktur ginjal akibat stres oksidatif. Kurkumin bekerja dengan menetralisir ROS serta mengaktifkan jalur antioksidan endogen melalui aktivasi faktor transkripsi Nrf2. Berdasarkan hasil tersebut dapat dismpulkan bahwa ekstrak rimpang kunyit dosis 250 mg/kg bb dapat menekan kerusakan ginjal akibat paparan deltametrin. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dra. Susantin Fajariyah, M.Si | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1484 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | Curcuma longa | |
| dc.subject | Deltametrin | |
| dc.title | Pengaruh ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) Terhadap histologi ginjal tikus (Rattus norvegicus) jantan setelah perlakuan deltametrin | |
| dc.type | Other |
