Peran Orang Tua Asuh Dalam Membangun Karakter Anak-Anak Yatim (Studi Deskriptif di Rumah Kemandirian Yatim Mandiri Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Abstract

Setiap anak yang dilahirkan ke dunia umumnya memiliki ayah dan ibu. Namun, bagaimana jika seorang anak terlahir atau pada masa tumbuh kembangnya tidak memiliki salah satu dari kedua sosok tersebut, khususnya pada sosok ayah. Maka, seorang ibu tetap memiliki kewajiban serta peran untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya, meski hanya seorang diri, sehingga cukup berat dalam merawat anak dengan berperan sebagai ibu sekaligus ayah. Rumah Kemandirian Yatim Mandiri hadir untuk membantu para ibu yang menjadi single parent dalam sebuah keluarga. Menggunakan model pembinaan asrama berbasis keluarga dengan menghadirkan orang tua asuh sebagai pengganti orang tua anak-anak binaan selama di asrama. Berpijak pada beberapa konsep dan teori, peneliti menjadikan konsep orang tua asuh sebagai landasan dalam mendalami peran yang diemban oleh orang tua asuh dalam membangun karakter anak-anak yatim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis peran orang tua asuh dalam program Rumah Kemandirian Yatim Mandiri Jember dalam upaya membangun karakter anak-anak yatim yang tinggal di Rumah Kemandirian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Rumah Kemandirian Yatim Mandiri Jember, Jawa Timur. Berdasarkan teknik purposive area, maka jumlah informan yang ditentukan sejumlah 2 (dua) orang informan pokok, dan 2 (dua) orang informan tambahan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data di awali dengan pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penyimpulan atau verifikasi data (conclusion drawing/verification). Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah : a) Mengajarkan anak menjadi mandiri melalui model pembinaan asrama berbasis keluarga, serta kegiatan-kegiatan yang mengacu pada tanggung jawab untuk kebutuhannya sendiri; b) Mengarahkan anak untuk bersikap dan berperilaku baik terhadap orang lain yang disesuaikan dengan orang yang dihadapannya; c) Membina anak menjadi disiplin melalui reward and punishment, artinya pemberian penghargaan sebagai apresiasi terhadap usaha anak yang telah menunaikan kewajibannya dan memberi hukuman bagi anak yang telah melakukan pelanggaran.

Description

Reupload Repositori File 25 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By