Hubungan Status Vitamin D dengan Derajat Keparahan Pasien Covid-19: Tinjauan Sistematik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Coronavirus Disease 2019 atau yang dikenal sebagai COVID-19
merupakan penyakit infeksi baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory
Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Spektrum klinis yang muncul pada
infeksi COVID-19 bervariasi mulai dari asimtomatik hingga kondisi klinis yang
ditandai dengan kegagalan pernapasan yang memerlukan ventilasi mekanis, syok
septik, dan multiple organ failure dan diklasifikasikan berdasarkan derajat
keparahan infeksi. Sebuah studi meta analisis melaporkan bahwa sekitar 23%
individu terinfeksi COVID-19 mengalami gejala berat dengan tingkat kematian
sekitar 6%. Individu dengan gejala berat dapat mengalami perburukan klinis yang
cepat dan berpotensi menyebabkan komplikasi yang berat hingga kematian. Salah
satu faktor yang dapat mempengaruhi keparahan infeksi dan yang paling sering
diamati adalah defisiensi vitamin D, tetapi mekanisme pasti yang mendasari hal
ini belum jelas dan hingga saat ini masih terus diteliti. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara status vitamin D dengan derajat keparahan
pasien COVID-19.
Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka (tinjauan sistematik) dengan
menggunakan dua basis data yaitu PubMed dan ScienceDirect. Proses awal
dilakukan identifikasi masalah dengan menggunakan kerangka kerja PICOS
(population, intervention, comparison, outcome, study design). Kata kunci yang
digunakan merujuk pada daftar Medical Subject Headings (MeSH) beserta
sinonimnya. Teknik pencarian artikel menggunakan bibliography searching
dengan kata kunci dan boolean operator. Aplikasi Mendeley digunakan untuk
proses pengunduhan dan pemilihan artikel yang disesuaikan dengan kriteria
inklusi dan eksklusi. Langkah selanjutnya melakukan penilaian artikel dengan
menggunakan checklist critical appraisal dari Joanna Briggs Institute (JBI) dengan cut off ≥50%. Data dari artikel yang diperoleh kemudian diekstraksi dan
disajikan dalam bentuk tabel.
Tinjauan ini menggunakan 14 artikel sebagai sumber studi dan semua
artikel berbahasa Inggris. Tahun penelitian dari 14 artikel berkisar antara 2020
hingga 2023. Lokasi penelitian pada setiap artikel hampir tersebar di seluruh
dunia. Semua artikel tergolong dalam kategori bias sedang hingga rendah. Dari 14
artikel didapatkan sepuluh artikel melaporkan adanya hubungan signifikan antara
status vitamin D dengan derajat keparahan COVID-19 dengan jumlah 5.297
pasien dan empat artikel tidak mendapatkan hasil yang signifikan dengan jumlah
1.150 pasien. Berdasarkan penilaian pada penelitian ini yang disajikan dalam
bentuk diagram batang, secara keseluruhan didapatkan hasil yang menunjukkan
semakin berat derajat keparahan pasien COVID-19, maka semakin tinggi
persentase pasien dengan defisiensi vitamin D. Semakin berat keparahan pasien,
maka semakin rendah kadar vitamin D pasien. Selain itu penelitian ini juga
menunjukkan semakin ringan derajat keparahan pasien, maka semakin tinggi
persentase pasien yang tidak mengalami defisiensi vitamin D.
Kesimpulan penelitian ini adalah mendukung adanya hubungan status
vitamin D dengan derajat keparahan pasien COVID-19. Semakin berat derajat
keparahan pasien, maka semakin tinggi persentase pasien dengan defisiensi
vitamin D.
Description
Reupload Repository 11 Februari 2026_Hasim/Firdiana
