Pengaruh Model Learning Cycle 5E Berbantuan PhET Simulation Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di SMP

dc.contributor.authorIndri Wulandari
dc.date.accessioned2026-08-05T01:39:59Z
dc.date.issued2026-07-04
dc.descriptionFinalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
dc.description.abstractPengaruh Model Learning Cycle 5E Berbantuan PhET Simulation Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di SMP. Indri Wulandari, 220210104109; Program Studi Pendidikan IPA; Jurusan Pendidikan MIPA; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan esensial yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa SMP masih tergolong rendah. Kondisi ini disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, kurangnya variasi model pembelajaran, serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dan melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi. Salah satu alternatif pembelajaran yang dinilai mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis adalah penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E yang dipadukan dengan PhET Simulation. Model Learning Cycle 5E menekankan tahapan pembelajaran yang sistematis, yaitu engage, explore, explain, elaborate, dan evaluate, sehingga siswa dapat membangun pemahaman secara bertahap melalui pengalaman belajar yang bermakna. Sementara itu, PhET Simulation berfungsi sebagai media simulasi digital yang memungkinkan siswa melakukan eksplorasi konsep IPA secara visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan PhET Simulation terhadap keterampilan berpikir kritis siswa serta mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa setelah diterapkannya model tersebut dalam pembelajaran IPA. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain pretest–posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas VII di SMP Negeri 2 Maesan, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model Learning Cycle 5E berbantuan PhET Simulation dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan berpikir kritis yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa serta statistik inferensial nonparametrik menggunakan uji Sample t-tets. Pada uji Sample t-test menunjukkan hasil 0,00 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan model Learning Cycle 5E berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa juga dianalisis menggunakan uji N-Gain yang bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajaran berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang dengan nilai sebesar 52,3%, yang berarti terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan PhET Simulation. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, sehingga menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berpengaruh secara signifikan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan PhET Simulation berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan melalui uji Sample t-test yang menunjukkan nilai signifikansi 0,00 lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang nyata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selain itu, hasil uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 52,3% dengan kategori sedang, yang menandakan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa setelah penerapan model pembelajaran. Dengan demikian, model Learning Cycle 5E berbantuan PhET Simulation tidak hanya berpengaruh, tetapi juga efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa
dc.description.sponsorshipRusdianto, S.Pd., M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/13122
dc.language.isoOther
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectSiklus Belajar 5E
dc.subjectSimulasi PhET
dc.subjectketerampilan berpikir kritis
dc.subjectpembelajaran sains.
dc.titlePengaruh Model Learning Cycle 5E Berbantuan PhET Simulation Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di SMP
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210104109 - INDRI WULANDARI - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
478.52 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210104109 - INDRI WULANDARI - BAB 1.pdf
Size:
5 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210104109 - INDRI WULANDARI - BAB 2.pdf
Size:
377.25 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210104109 - INDRI WULANDARI - BAB 3.pdf
Size:
381.45 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
220210104109 - INDRI WULANDARI - BAB 4.pdf
Size:
453.53 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: