Pengaruh Model Learning Cycle 5E Berbantuan PhET Simulation Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di SMP
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pengaruh Model Learning Cycle 5E Berbantuan PhET Simulation Terhadap
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di SMP. Indri Wulandari, 220210104109;
Program Studi Pendidikan IPA; Jurusan Pendidikan MIPA; Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan esensial
yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya pada
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun, berbagai hasil penelitian
menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa SMP masih tergolong
rendah. Kondisi ini disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung berpusat pada
guru, kurangnya variasi model pembelajaran, serta minimnya pemanfaatan media
pembelajaran interaktif yang mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses
belajar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat mendorong
keterlibatan aktif siswa dan melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Salah satu alternatif pembelajaran yang dinilai mampu meningkatkan
keterampilan berpikir kritis adalah penerapan model pembelajaran Learning Cycle
5E yang dipadukan dengan PhET Simulation. Model Learning Cycle 5E
menekankan tahapan pembelajaran yang sistematis, yaitu engage, explore, explain,
elaborate, dan evaluate, sehingga siswa dapat membangun pemahaman secara
bertahap melalui pengalaman belajar yang bermakna. Sementara itu, PhET
Simulation berfungsi sebagai media simulasi digital yang memungkinkan siswa
melakukan eksplorasi konsep IPA secara visual dan interaktif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model
pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan PhET Simulation terhadap
keterampilan berpikir kritis siswa serta mengetahui peningkatan keterampilan
berpikir kritis siswa setelah diterapkannya model tersebut dalam pembelajaran IPA.
Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi
eksperimen dan desain pretest–posttest control group design. Subjek penelitian
terdiri atas dua kelas VII di SMP Negeri 2 Maesan, yaitu kelas eksperimen yang
menerapkan model Learning Cycle 5E berbantuan PhET Simulation dan kelas
kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian
berupa tes keterampilan berpikir kritis yang diberikan dalam bentuk pretest dan
posttest.
Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk
menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa serta statistik inferensial
nonparametrik menggunakan uji Sample t-tets. Pada uji Sample t-test menunjukkan
hasil 0,00 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan model
Learning Cycle 5E berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis
siswa.
Selain itu, peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa juga dianalisis
menggunakan uji N-Gain yang bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas
pembelajaran berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest. Hasil analisis
menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen berada pada
kategori sedang dengan nilai sebesar 52,3%, yang berarti terdapat peningkatan
keterampilan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Learning
Cycle 5E berbantuan PhET Simulation. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan
kelas kontrol, sehingga menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan
tidak hanya berpengaruh secara signifikan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan
keterampilan berpikir kritis siswa.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan
model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan PhET Simulation berpengaruh
signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan melalui
uji Sample t-test yang menunjukkan nilai signifikansi 0,00 lebih kecil dari 0,05,
sehingga terdapat perbedaan yang nyata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Selain itu, hasil uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 52,3% dengan
kategori sedang, yang menandakan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis
siswa setelah penerapan model pembelajaran. Dengan demikian, model Learning
Cycle 5E berbantuan PhET Simulation tidak hanya berpengaruh, tetapi juga efektif
dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
