Analisis Cadangan Migas Lapangan X Menggunakan Decline Curve Analysis dengan Mempertimbangkan Perubahan Gas Oil Ratio

dc.contributor.authorKrisma Wanagisra Indah Permana
dc.date.accessioned2026-06-15T07:34:41Z
dc.date.issued2026-02-13
dc.descriptionreupload 2026 Rudi H
dc.description.abstractLapangan X merupakan salah satu lapangan minyak yang telah mengalami penurunan produksi secara alamiah setelah melewati masa puncak produksinya. Pada Mei 2023, teridentifikasi perubahan signifikan pada karakteristik reservoir yang ditandai dengan lonjakan Gas Oil Ratio (GOR) hingga menembus angka 1.111 SCF/STB. Fenomena ini mengindikasikan adanya perubahan mekanisme pendorong reservoir yang dapat mempengaruhi akurasi prediksi cadangan jika tidak dianalisis dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi remaining reserves dan Estimated Ultimate Recovery (EUR) menggunakan metode Decline Curve Analysis (DCA) dengan pendekatan segmentasi data berdasarkan tren GOR. Analisis dilakukan dengan membagi data produksi menjadi dua periode utama: periode GOR Rendah (November 2020 – April 2023) dan periode GOR Tinggi (Mei 2023 – Februari 2024). Identifikasi model kurva dilakukan menggunakan plot diagnostik yang menunjukkan karakteristik convex (cekung ke atas), sehingga Model Hiperbolik dipilih sebagai model representatif. Penentuan decline parameters (qi, Di, b) dilakukan menggunakan metode regresi non-linear (Solver). Hasil analisis menunjukkan bahwa lonjakan GOR di Lapangan X bukan indikasi kerusakan reservoir, melainkan transisi menuju mekanisme gravity drainage atau segregasi gas. Hal ini dikonfirmasi oleh nilai eksponen penurunan (b-factor) sebesar 0,99 pada fase GOR Tinggi, yang mengindikasikan kemampuan reservoir untuk menahan laju penurunan produksi secara alamiah (low decline). Perhitungan estimasi cadangan menunjukkan bahwa metode segmentasi memberikan hasil yang lebih akurat dan optimistis. Periode GOR Tinggi menghasilkan nilai EUR sebesar 1.015,1 MMBO, lebih tinggi dibandingkan analisis tanpa segmentasi yang menghasilkan 999,4 MMBO. Berdasarkan nilai EUR tersebut, diperoleh Recovery Factor (RF) sebesar 60,24%. Tingginya nilai perolehan ini valid secara teoritis untuk reservoir karbonat yang didukung oleh mekanisme pressure maintenance dan gravity drainage. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengabaian tren GOR dalam analisis DCA dapat menyebabkan kesalahan estimasi yang underestimate, sedangkan pendekatan segmentasi mampu merepresentasikan kondisi fisik reservoir yang aktual.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama: Ir. Hadziqul Abror, S.Si., M.T.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8985
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectCadangan Migas
dc.subjectDecline Curve Analysis
dc.subjectGas Oil Ratio
dc.titleAnalisis Cadangan Migas Lapangan X Menggunakan Decline Curve Analysis dengan Mempertimbangkan Perubahan Gas Oil Ratio
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
KRISMA WANAGISRA INDAH PERMANA - 201910801051.pdf
Size:
7.7 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: