Analisis Cadangan Migas Lapangan X Menggunakan Decline Curve Analysis dengan Mempertimbangkan Perubahan Gas Oil Ratio
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Lapangan X merupakan salah satu lapangan minyak yang telah mengalami
penurunan produksi secara alamiah setelah melewati masa puncak produksinya.
Pada Mei 2023, teridentifikasi perubahan signifikan pada karakteristik reservoir
yang ditandai dengan lonjakan Gas Oil Ratio (GOR) hingga menembus angka 1.111
SCF/STB. Fenomena ini mengindikasikan adanya perubahan mekanisme
pendorong reservoir yang dapat mempengaruhi akurasi prediksi cadangan jika tidak
dianalisis dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi remaining
reserves dan Estimated Ultimate Recovery (EUR) menggunakan metode Decline
Curve Analysis (DCA) dengan pendekatan segmentasi data berdasarkan tren GOR.
Analisis dilakukan dengan membagi data produksi menjadi dua periode utama:
periode GOR Rendah (November 2020 – April 2023) dan periode GOR Tinggi (Mei
2023 – Februari 2024). Identifikasi model kurva dilakukan menggunakan plot
diagnostik yang menunjukkan karakteristik convex (cekung ke atas), sehingga
Model Hiperbolik dipilih sebagai model representatif. Penentuan decline
parameters (qi, Di, b) dilakukan menggunakan metode regresi non-linear (Solver).
Hasil analisis menunjukkan bahwa lonjakan GOR di Lapangan X bukan indikasi
kerusakan reservoir, melainkan transisi menuju mekanisme gravity drainage atau
segregasi gas. Hal ini dikonfirmasi oleh nilai eksponen penurunan (b-factor)
sebesar 0,99 pada fase GOR Tinggi, yang mengindikasikan kemampuan reservoir
untuk menahan laju penurunan produksi secara alamiah (low decline). Perhitungan
estimasi cadangan menunjukkan bahwa metode segmentasi memberikan hasil yang
lebih akurat dan optimistis. Periode GOR Tinggi menghasilkan nilai EUR sebesar
1.015,1 MMBO, lebih tinggi dibandingkan analisis tanpa segmentasi yang
menghasilkan 999,4 MMBO. Berdasarkan nilai EUR tersebut, diperoleh Recovery
Factor (RF) sebesar 60,24%. Tingginya nilai perolehan ini valid secara teoritis
untuk reservoir karbonat yang didukung oleh mekanisme pressure maintenance dan
gravity drainage. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengabaian tren GOR dalam
analisis DCA dapat menyebabkan kesalahan estimasi yang underestimate,
sedangkan pendekatan segmentasi mampu merepresentasikan kondisi fisik
reservoir yang aktual.
Description
reupload 2026 Rudi H
