Modulasi Citarasa dan Senyawa Volatil Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Dekaf Dengan Teknik Infus yang Berbeda
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Kopi arabika mengandung kadar kafein sebesar 0,94-1,59% berat kering,
dengan kadar yang bervariasi berdasarkan tingkat. Kandungan kafein yang tinggi
dalam kopi dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Produksi kopi rendah kafein saat ini
terus meningkat sehingga menyebabkan nilai ekonominya lebih tinggi dibanding kopi
dengan kadar kafein tinggi. Salah satu cara yang dapat dilukan untuk mengurangi
kadar kafein pada kopi yaitu dekafeinasi metode steaming. Rendahnya kadar kafein
dapat mempengaruhi citarasa dan aroma pada kopi. Modulasi citrasa dan senyawa
volatil pada kopi dekaf ini dilakukan dengan menggunakan teknik infus. Kopi arabika
dekaf dilakukan perendaman dengan larutan. Penggunaan jenis larutan dan waktu
dalam proses infus diharapkan dapat meningkatkan citarasa pada kopi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui modulasi citarasa dan senyawa volatil pada kopi arabika
dekaf dengan menggunakan teknik infus.
Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua
faktorial, yaitu jenis larutan dan waktu infus dengan dua kali ulangan. Variasi jenis
larutan yang digunakan yaitu larutan madu, larutan nanas dan larutan kayu manis.
Variasi waktu infus yang digunakan yaitu 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Terdapat
sampel kontrol yaitu kopi arabika dekaf tanpa perlakuan infus yang digunakan sebagai
pembanding hasil penelitian. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu perubahan
pH dan kafein, nilai uji sensori cupping test, dan komponen senyawa volatil.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan nilai pH dan kafein, nilai
uji sensori cupping test, dan komponen senyawa volatil. Kopi arabika mengalami
peningkatan nilai pH setelah dilakukan proses dekafeinasi dengan pH awal sebesar
5,29 dan pH setelah proses dekafeinasi sebesar 6,01. Nilai kadar kafein mengalami
penurun setelah proses dekafeinasi dengan kadar kafein awal sebesar 0,87% dan kadar
kafein setelah proses dekafeinasi sebesar 0,60%. Pada citarasa biji kopi arabika dekaf
ditunjukkan oleh nilai cupping test mengalami kenaikan setelah teknik infus. Nilai
cupping test kopi arabika dekaf sebesar 67,50 kemudian setelah dilakukan proses infus
menjadi 76,25 untuk infus dengan larutan madu; 76,18 untuk infus dengan larutan
nanas; dan 75,83 untuk infus dengan larutan kayu manis. Hasil uji komponen volatil
menunjukkan semakin banyak setelah dilakukan teknik infus. Komponen volatil yang
teridentifikasi pada biji kopi arabika awal sebanyak 13 senyawa kemudian meningkat
menjadi 15 senyawa volatil.
Description
Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Yudi/Rega
