Pola Kelembagaan Pengelolaan Ternak Sapi dan Efisiensi Usaha Ternak Sapi di Kabupaten Bondowoso
| dc.contributor.author | Sapta Kartika Sari | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-23T03:05:38Z | |
| dc.date.issued | 2019-01-20 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 12 Mei 2026_Kholif Basri Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Sebagian besar penduduk di Kabupaten Bondowoso bermatapencaharian di sektor pertanian yang penguasaan lahannya kurang dari 0,5 Ha dan tergolong petani kecil. Bahkan juga ada yang bekerja hanya sebagai buruh tani. Dengan penguasaan lahan yang sempit dan hanya bekerja sebagai buruh tani yang tidak setiap hari bekerja maka pendapatannya juga akan sangat rendah. Oleh karena itu apabila hanya mengandalkan dari usaha tani tanaman saja maka tidak akan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan layak, sehingga berkembang di pedesaan sebagian besar masyarakat yang menerima ternak sapi pola gaduhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) pola kelembagaan pengelolaan ternak sapi, (2) insentif pemilik dan penggaduh dan (3) efisiensi usaha pada berbagai pola kelembagaan pengelolaan ternak sapi di Kabupaten Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analitis. Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan metode purposive atau secara sengaja yaitu di Desa Dawuhan Kecamatan Grujugan. Metode penentuan sampel dengan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Penentuan sampling dilakukan secara acak pada tiap-tiap pola kelembagaan pengelolaan ternak sapi menggunakan alokasi secara proposional. Jumlah sampel yang akan digunakan adalah 183 peternak sapi yang terdiri dari pengelola milik sendiri sebanyak 55 orang, Gaduhan Penggemukan sebanyak 77 orang, Gaduhan Anakan Betina sebanyak 13 orang dan Gaduhan Dewasa Betina sebanyak 38 orang. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui efisiensi biaya usaha ternak sapi menggunakan analisis R/C ratio. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Ada 3 pola kelembagaan pengelolaan ternak sapi yaitu pola gaduhan penggemukan, pola gaduhan anakan betina dan pola gaduhan dewasa betina. Pola pengelolaan ternak sapi gaduhan memiliki kesepakatan perjanjian yang berbeda-beda setiap pola gaduhan. (2) Insentif yang diterima pemilik dan penggaduh pada pola kelembagaan pengelolaan ternak sapi berbeda-beda sesuai kesepakatan yang dibuat. Insentif yang diterima penggaduh dari pola gaduhan penggemukan berupa uang tunai, insentif yang diterima dari pola gaduhan anakan betina dan dewasa betina berupa anakan/pedet, (3) Ada perbedaan efisiensi biaya usaha ternak sapi pola pengeloaan sendiri dan gaduhan yaitu penggunaan biaya usaha ternak sapi pola gaduhan anakan betina lebih efisien dibandingkan dengan pola gaduhan penggemukan dan dewasa betina, ditunjukkan oleh rata-rata nilai R/C ratio pada usaha ternak sapi pola gaduhan anakan betina sebesar 7,77 lebih besar dibandingkan dengan rata-rata nilai R/C ratio pada usaha ternak sapi pola gaduhan penggemukan sebesar 1,96 dan pola gaduhan dewasa betina sebesar 4,44. Dan pola pengelolaan ternak sapi sendiri efisien baik dengan tujuan penggemukan dan anakan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Ir. Jani Januar, M.T. Dosen Pembimbing Anggota: M. Rondhi, SP., MP., Ph.D. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9799 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | buruh tani | |
| dc.subject | ternak sapi | |
| dc.subject | pola gaduhan | |
| dc.subject | insentif pemilik dan penggaduh | |
| dc.subject | efisiensi usaha | |
| dc.subject | Kabupaten Bondowoso | |
| dc.title | Pola Kelembagaan Pengelolaan Ternak Sapi dan Efisiensi Usaha Ternak Sapi di Kabupaten Bondowoso | |
| dc.type | Other |
