Pola Kelembagaan Pengelolaan Ternak Sapi dan Efisiensi Usaha Ternak Sapi di Kabupaten Bondowoso
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Sebagian besar penduduk di Kabupaten Bondowoso bermatapencaharian
di sektor pertanian yang penguasaan lahannya kurang dari 0,5 Ha dan tergolong
petani kecil. Bahkan juga ada yang bekerja hanya sebagai buruh tani. Dengan
penguasaan lahan yang sempit dan hanya bekerja sebagai buruh tani yang tidak
setiap hari bekerja maka pendapatannya juga akan sangat rendah. Oleh karena itu
apabila hanya mengandalkan dari usaha tani tanaman saja maka tidak akan bisa
memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan layak, sehingga berkembang di pedesaan
sebagian besar masyarakat yang menerima ternak sapi pola gaduhan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) pola kelembagaan pengelolaan
ternak sapi, (2) insentif pemilik dan penggaduh dan (3) efisiensi usaha pada
berbagai pola kelembagaan pengelolaan ternak sapi di Kabupaten Bondowoso.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analitis.
Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan metode purposive atau secara
sengaja yaitu di Desa Dawuhan Kecamatan Grujugan. Metode penentuan sampel
dengan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Penentuan sampling
dilakukan secara acak pada tiap-tiap pola kelembagaan pengelolaan ternak sapi
menggunakan alokasi secara proposional. Jumlah sampel yang akan digunakan
adalah 183 peternak sapi yang terdiri dari pengelola milik sendiri sebanyak 55
orang, Gaduhan Penggemukan sebanyak 77 orang, Gaduhan Anakan Betina
sebanyak 13 orang dan Gaduhan Dewasa Betina sebanyak 38 orang. Alat analisis
yang digunakan untuk mengetahui efisiensi biaya usaha ternak sapi menggunakan
analisis R/C ratio. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Ada 3 pola kelembagaan
pengelolaan ternak sapi yaitu pola gaduhan penggemukan, pola gaduhan anakan
betina dan pola gaduhan dewasa betina. Pola pengelolaan ternak sapi gaduhan
memiliki kesepakatan perjanjian yang berbeda-beda setiap pola gaduhan. (2)
Insentif yang diterima pemilik dan penggaduh pada pola kelembagaan
pengelolaan ternak sapi berbeda-beda sesuai kesepakatan yang dibuat. Insentif
yang diterima penggaduh dari pola gaduhan penggemukan berupa uang tunai,
insentif yang diterima dari pola gaduhan anakan betina dan dewasa betina berupa
anakan/pedet, (3) Ada perbedaan efisiensi biaya usaha ternak sapi pola
pengeloaan sendiri dan gaduhan yaitu penggunaan biaya usaha ternak sapi pola
gaduhan anakan betina lebih efisien dibandingkan dengan pola gaduhan
penggemukan dan dewasa betina, ditunjukkan oleh rata-rata nilai R/C ratio pada
usaha ternak sapi pola gaduhan anakan betina sebesar 7,77 lebih besar
dibandingkan dengan rata-rata nilai R/C ratio pada usaha ternak sapi pola gaduhan
penggemukan sebesar 1,96 dan pola gaduhan dewasa betina sebesar 4,44. Dan
pola pengelolaan ternak sapi sendiri efisien baik dengan tujuan penggemukan dan
anakan.
Description
Reupload Repositori File 12 Mei 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
