Kegagalan Joint Programme UNFPA dengan UNICEF (UNJP) dalam mengatasi Kasus Female Genital Mutilation (FGM) di Mali

dc.contributor.authorMonisa Shafarila Dzulkarnain
dc.date.accessioned2026-03-25T06:13:10Z
dc.date.issued2024-12-18
dc.descriptionReupload file repositori 12 Mar 2026_Maya
dc.description.abstractMali menjadi “rumah” bagi jutaan perempuan yang menderita praktik FGM. Tradisi berbahaya ini menjadi simbol pelestarian budaya oleh masyarakat Mali secara turun-temurun. Hal ini menyebabkan prevalensi kasus FGM di Mali berada pada angka ekstrem selama bertahun-tahun. Sebagai respon terhdap permasalah tersebut, UNFPA bersama UNICEF hadir melalui Joint Programme dengan tujuan mempercepat pengabaian FGM di Mali. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menganalisis fenomena yang dibahas oleh penulis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka. Penulis melakukan pengumpulan data melalui literatur kemudian menganalisisnya untuk memperoleh data yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan Joint Programme disebabkan oleh dua hal, yakni ketidakmampuan Joint Programme dalam menjamin pendidikan yang memadai bagi perempuan dan kegagalan Joint Programme dalam mengadvokasi hukum anti-FGM. Kegagalan Joint Programme dalam dua faktor tersbut dikaitkan dengan beberapa hambatan. Pertama ketidakmampuan Joint Programme dalam menjamin pendidikan bagi perempuan disebabkan oleh kurangnya fokus pada pendidikan kesetaraan gender dalam kampanye kesadaran, buruknya kualitas pendidikan di Mali, pendekatan kampanye kesadaran yang kurang sensitif budaya lokal, dan keterbatasan jangkauan kampanye kesadaran. Kedua, Joint Programme gagal dalam mengadvokasi undang-undang anti-FGM di Mali. Dalam hal ini, kegagalan tersebut dikaitkan dengan beberapa hambatan seperti, ketidakmampuan Joint Programme dalam meyakinkan pemuka agama terkait norma baru yang menentang FGM, lemahnya proses advokasi hukum anti-FGM, kurangnya komitmen dalam mengadvokasi undang-undang, serta kampanye kesadaran yang kurang mendukung advokasi undang-undang anti-FGM secara langsung.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Linda Dwi Eriyanti, MA DPA: Adhiningasih Prabhawati, S.Sos, M.Si
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5542
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectJoint Programme
dc.titleKegagalan Joint Programme UNFPA dengan UNICEF (UNJP) dalam mengatasi Kasus Female Genital Mutilation (FGM) di Mali
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Monisa Shafarila Dzulkarnain - 200910101129.pdf
Size:
886.83 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: