Pengembangan Model Pembelajaran Ploice Pada Permasalahan Tanaman Penaung Kopi Pengaruhnya Terhadap Keterampilan Proses Sains, Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Mahasiswa
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kemajuan teknologi yang pesat memaksa adanya pergantian sistem lama
dengan sistem baru menggunakan teknologi digital yang lebih efisien dan
bermanfaat yang disebut Industri 4.0. Menyusul kemudian Masyarakat 5.0,
masyarakat human centered society yang menyeimbangkan kemajuan teknologi
untuk memecahkan masalah masyarakat dengan sistem kecerdasan buatan.
Masyarakat 5.0 memiliki fokus khusus untuk memposisikan manusia sebagai pusat
inovasi, transformasi teknologi, dan otomasi industri yang dirangsang oleh Industri
4.0. Hal tersebut menyebabkan permasalahan kehidupan masyarakat di abad 21
semakin kompleks sehingga pentingnya pendidikan harus membekali siswa dengan
kecakapan yang sesuai dengan kebutuhan hidup di abad 21. Saat ini pemerintah
telah berupaya untuk mengembangkan kurikulum pendidikan tinggi dengan
pembelajaran yang kolaboratif melibatkan kerampilan pembelajaran dan inovasi
abad 21. Keterampilan pembelajaran dan inovasi abad 21 antara lain keterampilan
proses sains dan berpikir kritis.
Fakta di lapangan penilaian keterampilan proses sains dan berpikir kritis pada
beberapa tema mata kuliah ekofisiologi mendapatkan hasil yang belum maksimal
dengan presentase sebesar 55% termasuk dalam kategori kurang. Beberapa kendala
yang membuat hasil belum maksimal adalah model pembelajaran yang digunakan
kurang sesuai dengan tema, sehingga saat pelaksanaan pembelajaran tidak semua
indikator keterampilan proses sains dan berpikir kritis terlaksana dengan baik.
Dampak lain dari ketidaksesuaian model pembelajaran dan tema yaitu 45% hasil
belajar mahasiswa masih di bawah nilai ketuntasan minimum. Oleh sebab itu, untuk
mengembangkan keterampilan proses sains, berpikir kritis dan hasil belajardiperlukan suatu metode-metode pembelajaran, strategi pembelajaran atau model
pembelajaran inovatif yang tepat.
Model pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran abad 21
salah satunya adalah model Problem Based Learning (PBL). Salah satu model
pembelajaran yang sesuai melibatkan permasalahan adalah Problem Based
Learning (PBL). Penerapan PBL yang mengacu pada penyelesaian masalah
kehidupan sehari-hari secara signifikan dapat melatih keterampilan proses sains dan
berpikir kritis siswa. Akan tetapi pada pelaksanaan model PBL masih ditemukan
hambatan yang dialami guru yaitu sulitnya menentukan masalah yang tepat dan
kompleks sehingga mampu menumbuhkan perkembangan intelektual siswa.
Permasalahan yang digunakan masih cenderung sederhana dan tidak memerlukan
analisis yang rumit untuk pemecahan masalahnya.
Pemilihan masalah yang terlalu sederhana dan tidak kompleks menjadi salah
satu hambatan yang perlu diatasi agar penerapan PBL bisa terlaksana dengan baik.
Permasalahan yang dipilih harus kompleks, memiliki sebab-akibat yang jelas, dan
dapat diselesaikan dengan cara yang beragam sesuai dengan kemajuan teknologi.
Pemanfaatan kemajuan teknologi dan rekayasa dalam pembelajaran sangat penting
sesuai dengan tuntutan pada era revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0. Oleh
sebab itu, diperlukan integrasi model PBL dengan pendekatan yang memiliki desain
mengarahkan pembelajaran mengaitkan unsur teknologi dan rekayasa. Pendekatan
yang sesuai untuk diintegrasikan dengan model PBL adalah pendekatan STEM.
Integrasi antara PBL dan pendekatan STEM memiliki kemungkinan yang
tinggi dalam memfasilitasi penerapan belajar dan untuk mendapatkan pengajaran
yang efektif. Integrasi model PBL dan pendekatan STEM yang dirangkai
sedemikian rupa sehingga menghasilkan sintakmatik baru yaitu Problematize,
Learn, Organize, Investigate, Create, Evaluate yang kemudian disebut dengan
model pembelajaran PLOICE. Perbedaan model PLOICE dengan model PBL
terletak pada tahapan Problematize, Investigate dan Create. Pada tahap
Problematize, masalah yang diangkat harus kompleks, memiliki sebab-akibat yang
jelas, dan dapat diselesaikan dengan cara yang beragam sesuai dengan kemajuan
teknologi. Pemecahan masalah harus dapat melibatkan unsur sains, teknologi, rekayasa dan matematika. Pada tahap Investigate dan Create, siswa dituntut untuk
melibatkan empat unsur yaitu sains, teknologi, rekayasa dan matematika.
Keterlibatan empat unsur tersebut diiringi dengan penggunaan tahapan ilmiah yang
harus sistematis. Dalam hal ini setiap kelompok dibebaskan untuk menggunakan
cara pemecahan masalah sesuai dengan referensi yang dapat dipercaya dan
menghasilkan produk yang beragam sesuai dengan hasil data yang diperoleh.
Tema yang digunakan pada pengembangan model PLOICE harus sesuai
dengan karakterisktik model PLOICE. Tema yang dipilih harus memiliki masalah
yang kompleks, memiliki sebab-akibat yang jelas, dan dapat diselesaikan dengan
cara yang beragam sesuai dengan kemajuan teknologi. Pemecahan masalah harus
dapat melibatkan unsur sains, teknologi, rekayasa dan matematika. Salah satu tema
yang sesuai yaitu tema permasalahan tanaman penaung kopi. Permasalahan
tanaman penaung kopi berfokus pada pemecahan masalah tata kelola jarak dan luas
naungan tanaman penaung kopi untuk meningkatkan produktivitas kopi sehingga
pemecahan masalah yang dihasilkan akan beragam sesuai dengan perkebunan yang
diteliti. Penyusunan produk tata kelola jarak dan luas naungan dapat memanfaatkan
empat unsur sains, teknologi, rekayasa dan matematika.
Adapun hasil penelitian dan pembahasan mengenai data hasil penelitian dan
pembahasan tentang permasalahan tanaman penaung kopi, jenis tanaman penaung
kopi berpengaruh terhadap produktivitas kopi. Rerata produktivitas kopi yang
paling tinggi diperoleh pada naungan gamal. Produktivitas kopi yang paling rendah
diperoleh pada naungan sengon. Simulasi tanaman penaung kopi telah dibuat dalam
bentuk aplikasi android. Simulasi tersebut dapat memunculkan rekomendasi
intensitas cahaya, luas naungan, pH dan serasah tanah yang sesuai untuk
perkebunan kopi. Simulasi tanaman penaung kopi diharapkan dapat
memaksimalkan perkembangan tanaman kopi sehingga dapat meningkatkan
produktivitas kopi.
Sedangkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengembangan model
pembelajaran PLOICE. Hasil revisi sintakmatik model pembelajaran PLOICE.
Model pembelajaran PLOICE terdiri dari lima tahapan yaitu Problematize, Learn,
Organize, Investigate, Create, Evaluate. Tahapan Problematize, stimulasi masalah akan melatih siswa untuk aktif berpikir dan secara tidak langsung akan menginput
pengalaman baru pada pola pikir siswa, sehingga siswa akan belajar
mengintegrasikan pengalaman baru tersebut ke dalam konsep yang sudah ada
dalam fikirannya. Tahap Learn, siswa ditntut untuk bekerja secara kelompok yang
akan melatih siswa berinteraksi dengan siswa lain dalam pembelajaran. Tahap
Organize, melatih siswa untuk aktif berpikir cara menyelesaikan masalah dan
mengorganisasikan pengetahuan untuk mengakomodasi proses menjadi suatu yang
saling berhubungan. Tahap Investigate, siswa ditntut untuk melakukan pengamatan
dan menganalisis hasil data yang secara langsung dengan melibatkan empat unsur
sains, teknologi, rekayasa dan matematika. Tahapan Create, siswa dituntut untuk
mengungkapkan gagasan baru dalam bentuk produk/karya melibatkan empat unsur
sains, teknologi, rekayasa dan matematika, sehingga siswa akan kreatif dan
imanjinatif. Tahapan Evaluate, kelompok melakukan presentasi produk yang
dihasilkan, tanya jawab dan melakukan kesimpulan akhir dengan kelompok lain.
Selanjutnya hasil validasi bahwa Model pembelajaran PLOICE telah
dinyatakan valid sesuai dengan parameter kevalidan dari setiap variabel produk
berupa panduan model PLOICE dan perangkat pembelajaran. Model pembalajaran
PLOICE telah dinyatakan praktis pada penerapannya di kelas dan mendapat
kategori sangat praktis pada setiap tahapan dalam uji kelompok kecil dan uji
kelompok besar. Model PLOICE mudah diterapkan, struktur tahapan jelas dan
alokasi waktu tersusun dengan baik. Model pembelajaran PLOICE telah dinyatakan
efektif untuk mengembangkan keterampilan proses sains, berpikir kritis dan hasil
belajar mahasiswa dan mendapat kategori tinggi pada setiap tahapan uji kelompok
kecil dan uji kelompok besar.
Description
Reupload file repository 5 februaru 2026_agus/feren
