Profil Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA pada Materi Fungsi Komposisi Berdasarkan Kemampuan Awal

dc.contributor.authorJulia Sandra Kirana
dc.date.accessioned2026-01-26T01:55:29Z
dc.date.issued2025-07-25
dc.descriptionReupload file repositori 26 januari 2026_Kurnadi
dc.description.abstractPembelajaran matematika mengharuskan siswa untuk menguasai beberapa kemampuan utama menurut National Council of Teachers of Mathematics (NCTM), yaitu pemecahan masalah, komunikasi, koneksi matematis, penalaran, dan representasi. Keterampilan koneksi matematis adalah kemampuan menciptakan suatu keterkaitan (koneksi). Keterampilan ini terkait erat dengan kompetensi peserta didik untuk membuat keterkaitan atau koneksi dalam pembelajaran matematika menjadi suatu hal yang penting untuk diterapkan dengan baik dan juga cermat dalam pembelajaran. Materi fungsi komposisi dianggap penting untuk melatih kemampuan koneksi matematis ini. Mengingat fungsi komposisi adalah salah satu materi pada pelajaran matematika jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebelum mempelajari materi ini, siswa harus memahami dan menguasai materi prasyarat dari fungsi komposisi. Hal ini sangat penting karena dapat digunakan sebagai acuan guru untuk rencana pembelajaran dalam kelas kedepannya. Kemampuan awal siswa menjadi salah satu bekal untuk memulai pembelajaran. Jika seorang siswa sudah memiliki kemampuan awal yang baik, maka pembelajaran selanjutnya akan berjalan dengan lancar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian terletak di SMAN 1 Genteng dengan subjek penelitian merupakan peserta didik kelas XI A2 yang terdiri dari 34 peserta didik dengan rincian 5 peserta didik dengan kemampuan awal tinggi, 23 peserta didik dengan kemampuan awal sedang, dan 6 peserta didik dengan kemampuan awal rendah. Data kemampuan koneksi matematis didapat dari skor tes koneksi matematis. Berdasarkan rincian pengelompokan kemampuan awal peserta didik, diambil 6 subjek penelitian dengan masing-masing kategori 2 subjek untuk dianalisis dan dilakukan wawancara lebih dalam. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes kemampuan awal, soal tes koneksi matematis, dan pedoman wawancara yang kemudian dianalisis, disajikan, dicek keabsahan datanya, dan dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data pada penelitian ini didapat bahwa siswa dengan kemampuan awal tinggi dapat memenuhi semua indikator koneksi matematis pada ketiga soal yang diberikan. Siswa dengan kemampuan awal sedang memenuhi kedua indikator koneksi matematis. Siswa dengan kemampuan awal rendah tidak dapat mengkoneksikan antara konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari karena tidak dapat membuat model matematika dari soal yang diberikan. Siswa dengan kemampuan awal rendah belum memenuhi semua indikator koneksi matematis. Siswa dengan kemampuan awal rendah belum memahami informasi yang ada pada soal, tidak melakukan operasi aljabar dan bilangan bulat dengan benar yang berarti tidak dapat menggunakan antar konsep dalam matematika, pemfaktoran persamaan kuadrat, juga tidak dapat membuat model matematika dengan benar pada koneksi antara matematika dengan kehidupan sehari-hari.
dc.description.sponsorshipDPU: Prof. Dr. Drs. Didik Sugeng Pambudi, M.S. DPA: Dhanar Dwi Hary J., S.Pd., M.Pd.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/187
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectKemampuan Koneksi Matematis
dc.subjectMateri Fungsi Komposisi
dc.titleProfil Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA pada Materi Fungsi Komposisi Berdasarkan Kemampuan Awal
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
JULIA SANDRA KIRANA - 200210101103.pdf
Size:
699.27 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: