Profil Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA pada Materi Fungsi Komposisi Berdasarkan Kemampuan Awal
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran matematika mengharuskan siswa untuk menguasai beberapa
kemampuan utama menurut National Council of Teachers of Mathematics
(NCTM), yaitu pemecahan masalah, komunikasi, koneksi matematis, penalaran,
dan representasi. Keterampilan koneksi matematis adalah kemampuan
menciptakan suatu keterkaitan (koneksi). Keterampilan ini terkait erat dengan
kompetensi peserta didik untuk membuat keterkaitan atau koneksi dalam
pembelajaran matematika menjadi suatu hal yang penting untuk diterapkan
dengan baik dan juga cermat dalam pembelajaran.
Materi fungsi komposisi dianggap penting untuk melatih kemampuan
koneksi matematis ini. Mengingat fungsi komposisi adalah salah satu materi pada
pelajaran matematika jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebelum
mempelajari materi ini, siswa harus memahami dan menguasai materi prasyarat
dari fungsi komposisi. Hal ini sangat penting karena dapat digunakan sebagai
acuan guru untuk rencana pembelajaran dalam kelas kedepannya. Kemampuan
awal siswa menjadi salah satu bekal untuk memulai pembelajaran. Jika seorang
siswa sudah memiliki kemampuan awal yang baik, maka pembelajaran
selanjutnya akan berjalan dengan lancar.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian
terletak di SMAN 1 Genteng dengan subjek penelitian merupakan peserta didik
kelas XI A2 yang terdiri dari 34 peserta didik dengan rincian 5 peserta didik
dengan kemampuan awal tinggi, 23 peserta didik dengan kemampuan awal
sedang, dan 6 peserta didik dengan kemampuan awal rendah. Data kemampuan
koneksi matematis didapat dari skor tes koneksi matematis. Berdasarkan rincian
pengelompokan kemampuan awal peserta didik, diambil 6 subjek penelitian
dengan masing-masing kategori 2 subjek untuk dianalisis dan dilakukan wawancara lebih dalam. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes
kemampuan awal, soal tes koneksi matematis, dan pedoman wawancara yang
kemudian dianalisis, disajikan, dicek keabsahan datanya, dan dilakukan penarikan
kesimpulan.
Hasil analisis data pada penelitian ini didapat bahwa siswa dengan
kemampuan awal tinggi dapat memenuhi semua indikator koneksi matematis pada
ketiga soal yang diberikan. Siswa dengan kemampuan awal sedang memenuhi
kedua indikator koneksi matematis. Siswa dengan kemampuan awal rendah tidak
dapat mengkoneksikan antara konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari
karena tidak dapat membuat model matematika dari soal yang diberikan. Siswa
dengan kemampuan awal rendah belum memenuhi semua indikator koneksi
matematis. Siswa dengan kemampuan awal rendah belum memahami informasi
yang ada pada soal, tidak melakukan operasi aljabar dan bilangan bulat dengan
benar yang berarti tidak dapat menggunakan antar konsep dalam matematika,
pemfaktoran persamaan kuadrat, juga tidak dapat membuat model matematika
dengan benar pada koneksi antara matematika dengan kehidupan sehari-hari.
Description
Reupload file repositori 26 januari 2026_Kurnadi
