Pengaruh Gig Economy terhadap Partisipasi Kerja Perempuan di Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Ananda Pawitrasari S. | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-09T04:07:57Z | |
| dc.date.issued | 2025-03-13 | |
| dc.description | Entry oleh Arif 2026 Februari 09 | |
| dc.description.abstract | Partisipasi kerja adalah keputusan individu untuk ikut serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi seperti bekerja atau mencari pekerjaan. Berdasarkan teori Gary Becker (1965) menyatakan bahwa individu akan memilih untuk bekerja ketika manfaat ekonomi (pendapatan) dari waktu yang dialokasikan lebih besar dibandingkan biaya kesempatan (opportunity cost) yang harus ditanggung. Keputusan perempuan untuk berpartisipasi dalam pasar kerja sangat dipengaruhi oleh tingkat upah yang ditawarkan dan jam kerja. Dimana terjadi peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan sejak tahun 2016 secara konsisten. Bersamaan dengan tren ini, perkembangan teknologi digital telah memunculkan fenomena gig economy yang menawarkan fleksibilitas kerja, memungkinkan pekerja mengontrol waktu dan lokasi kerja. Pekerja freelance di Indonesia meningkat sejak 2019 hingga 2023 dengan salah satu jenis pekerjaannya yaitu reseller cosmetics. Transformasi digital di Kabupaten Jember membuka peluang kerja baru bagi perempuan dalam berbagai model bisnis digital, didukung dengan tingginya tingkat konsumsi masyarakat dan keberadaan perguruan tinggi yang menciptakan ekosistem bisnis digital yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jam kerja dan pendapatan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner secara offline dan online. Penelitian ini menggunakan variabel jam kerja dan pendapatan untuk mengetahui pengaruhnya pada partisipasi kerja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi logistik ordinal dengan bantuan software spss 25 dan obyek penelitian dilakukan pada reseller cosmetics di Kabupaten Jember. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik antara lain Uji G-statistik, Uji W-statistik dan Uji Koefisien Determinasi (R2 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel jam kerja positif dan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai probabilitas dari jam kerja pada penelitian ini lebih kecil dari tingkat signifikansi ∝ = 0,05 (5%) yaitu sebesar 0,031 sehingga jam kerja berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai koefisien dari jam kerja bernilai positif yaitu sebesar 0,607 sehingga dapat diartikan bahwa semakin lama jam kerja yang diambil maka semakin tinggi partisipasi kerja perempuan dalam pasar kerja seiring dengan besaran upah yang diperoleh, begitupula sebaliknya semakin sedikit jam kerja yang diambil maka semakin rendah partisipasi kerja perempuan dengan upah yang kecil. Variabel pendapatan menunjukkan koefisien positif dan signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai probabilitas dari pendapatan pada penelitian ini lebih kecil dari tingkat signifikansi ∝ = 0,05 (5%) yaitu sebesar 0,002 sehinggaPartisipasi kerja adalah keputusan individu untuk ikut serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi seperti bekerja atau mencari pekerjaan. Berdasarkan teori Gary Becker (1965) menyatakan bahwa individu akan memilih untuk bekerja ketika manfaat ekonomi (pendapatan) dari waktu yang dialokasikan lebih besar dibandingkan biaya kesempatan (opportunity cost) yang harus ditanggung. Keputusan perempuan untuk berpartisipasi dalam pasar kerja sangat dipengaruhi oleh tingkat upah yang ditawarkan dan jam kerja. Dimana terjadi peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan sejak tahun 2016 secara konsisten. Bersamaan dengan tren ini, perkembangan teknologi digital telah memunculkan fenomena gig economy yang menawarkan fleksibilitas kerja, memungkinkan pekerja mengontrol waktu dan lokasi kerja. Pekerja freelance di Indonesia meningkat sejak 2019 hingga 2023 dengan salah satu jenis pekerjaannya yaitu reseller cosmetics. Transformasi digital di Kabupaten Jember membuka peluang kerja baru bagi perempuan dalam berbagai model bisnis digital, didukung dengan tingginya tingkat konsumsi masyarakat dan keberadaan perguruan tinggi yang menciptakan ekosistem bisnis digital yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jam kerja dan pendapatan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner secara offline dan online. Penelitian ini menggunakan variabel jam kerja dan pendapatan untuk mengetahui pengaruhnya pada partisipasi kerja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi logistik ordinal dengan bantuan software spss 25 dan obyek penelitian dilakukan pada reseller cosmetics di Kabupaten Jember. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik antara lain Uji G-statistik, Uji W-statistik dan Uji Koefisien Determinasi (R2 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel jam kerja positif dan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai probabilitas dari jam kerja pada penelitian ini lebih kecil dari tingkat signifikansi ∝ = 0,05 (5%) yaitu sebesar 0,031 sehingga jam kerja berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai koefisien dari jam kerja bernilai positif yaitu sebesar 0,607 sehingga dapat diartikan bahwa semakin lama jam kerja yang diambil maka semakin tinggi partisipasi kerja perempuan dalam pasar kerja seiring dengan besaran upah yang diperoleh, begitupula sebaliknya semakin sedikit jam kerja yang diambil maka semakin rendah partisipasi kerja perempuan dengan upah yang kecil. Variabel pendapatan menunjukkan koefisien positif dan signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai probabilitas dari pendapatan pada penelitian ini lebih kecil dari tingkat signifikansi ∝ = 0,05 (5%) yaitu sebesar 0,002 sehinggaPartisipasi kerja adalah keputusan individu untuk ikut serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi seperti bekerja atau mencari pekerjaan. Berdasarkan teori Gary Becker (1965) menyatakan bahwa individu akan memilih untuk bekerja ketika manfaat ekonomi (pendapatan) dari waktu yang dialokasikan lebih besar dibandingkan biaya kesempatan (opportunity cost) yang harus ditanggung. Keputusan perempuan untuk berpartisipasi dalam pasar kerja sangat dipengaruhi oleh tingkat upah yang ditawarkan dan jam kerja. Dimana terjadi peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan sejak tahun 2016 secara konsisten. Bersamaan dengan tren ini, perkembangan teknologi digital telah memunculkan fenomena gig economy yang menawarkan fleksibilitas kerja, memungkinkan pekerja mengontrol waktu dan lokasi kerja. Pekerja freelance di Indonesia meningkat sejak 2019 hingga 2023 dengan salah satu jenis pekerjaannya yaitu reseller cosmetics. Transformasi digital di Kabupaten Jember membuka peluang kerja baru bagi perempuan dalam berbagai model bisnis digital, didukung dengan tingginya tingkat konsumsi masyarakat dan keberadaan perguruan tinggi yang menciptakan ekosistem bisnis digital yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jam kerja dan pendapatan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner secara offline dan online. Penelitian ini menggunakan variabel jam kerja dan pendapatan untuk mengetahui pengaruhnya pada partisipasi kerja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi logistik ordinal dengan bantuan software spss 25 dan obyek penelitian dilakukan pada reseller cosmetics di Kabupaten Jember. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik antara lain Uji G-statistik, Uji W-statistik dan Uji Koefisien Determinasi (R2 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel jam kerja positif dan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai probabilitas dari jam kerja pada penelitian ini lebih kecil dari tingkat signifikansi ∝ = 0,05 (5%) yaitu sebesar 0,031 sehingga jam kerja berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai koefisien dari jam kerja bernilai positif yaitu sebesar 0,607 sehingga dapat diartikan bahwa semakin lama jam kerja yang diambil maka semakin tinggi partisipasi kerja perempuan dalam pasar kerja seiring dengan besaran upah yang diperoleh, begitupula sebaliknya semakin sedikit jam kerja yang diambil maka semakin rendah partisipasi kerja perempuan dengan upah yang kecil. Variabel pendapatan menunjukkan koefisien positif dan signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai probabilitas dari pendapatan pada penelitian ini lebih kecil dari tingkat signifikansi ∝ = 0,05 (5%) yaitu sebesar 0,002 sehinggaPartisipasi kerja adalah keputusan individu untuk ikut serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi seperti bekerja atau mencari pekerjaan. Berdasarkan teori Gary Becker (1965) menyatakan bahwa individu akan memilih untuk bekerja ketika manfaat ekonomi (pendapatan) dari waktu yang dialokasikan lebih besar dibandingkan biaya kesempatan (opportunity cost) yang harus ditanggung. Keputusan perempuan untuk berpartisipasi dalam pasar kerja sangat dipengaruhi oleh tingkat upah yang ditawarkan dan jam kerja. Dimana terjadi peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan sejak tahun 2016 secara konsisten. Bersamaan dengan tren ini, perkembangan teknologi digital telah memunculkan fenomena gig economy yang menawarkan fleksibilitas kerja, memungkinkan pekerja mengontrol waktu dan lokasi kerja. Pekerja freelance di Indonesia meningkat sejak 2019 hingga 2023 dengan salah satu jenis pekerjaannya yaitu reseller cosmetics. Transformasi digital di Kabupaten Jember membuka peluang kerja baru bagi perempuan dalam berbagai model bisnis digital, didukung dengan tingginya tingkat konsumsi masyarakat dan keberadaan perguruan tinggi yang menciptakan ekosistem bisnis digital yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jam kerja dan pendapatan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner secara offline dan online. Penelitian ini menggunakan variabel jam kerja dan pendapatan untuk mengetahui pengaruhnya pada partisipasi kerja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi logistik ordinal dengan bantuan software spss 25 dan obyek penelitian dilakukan pada reseller cosmetics di Kabupaten Jember. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik antara lain Uji G-statistik, Uji W-statistik dan Uji Koefisien Determinasi (R2 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel jam kerja positif dan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai probabilitas dari jam kerja pada penelitian ini lebih kecil dari tingkat signifikansi ∝ = 0,05 (5%) yaitu sebesar 0,031 sehingga jam kerja berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai koefisien dari jam kerja bernilai positif yaitu sebesar 0,607 sehingga dapat diartikan bahwa semakin lama jam kerja yang diambil maka semakin tinggi partisipasi kerja perempuan dalam pasar kerja seiring dengan besaran upah yang diperoleh, begitupula sebaliknya semakin sedikit jam kerja yang diambil maka semakin rendah partisipasi kerja perempuan dengan upah yang kecil. Variabel pendapatan menunjukkan koefisien positif dan signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai probabilitas dari pendapatan pada penelitian ini lebih kecil dari tingkat signifikansi ∝ = 0,05 (5%) yaitu sebesar 0,002 sehingga pendapatan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan di Kabupaten Jember. Nilai koefisisen dari pendapatan bernilai 0,987 sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi pendapatan yang diperoleh dari bisnis reseller cosmetics maka semakin tinggi partisipasi kerja perempuan dalam pasar kerja, begitupula sebaliknya semakin sedikit pendapatan yang diterima maka semakin rendah partisipasi kerja perempuan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dra. Nanik Istiyani, M.Si DPA : Dr. Agus Luthfi, M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2279 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | Gig economy | |
| dc.subject | Pendapatan | |
| dc.subject | Partisipasi kerja perempuan | |
| dc.title | Pengaruh Gig Economy terhadap Partisipasi Kerja Perempuan di Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
