Analisis Efektivitas Biaya Terapi Antibiotik pada Pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TB-RO) Di RSUD Blambangan Banyuwangi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Farmasi

Abstract

Tuberkulosis Resistan Obat (TB-RO) adalah penyakit tuberkulosis yang mana bakteri Mycobacterium tuberculosis telah resisten terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT) lini pertama. Pada tahun 2022, tercatat 12.531 kasus TB-RO, namun hanya 8.089 pasien (65%) yang berhasil memulai pengobatan dengan OAT lini kedua. WHO pada tahun 2022 merekomendasikan dua regimen pengobatan untuk TB-RO, yaitu regimen oral sepenuhnya dengan durasi pendek (Short-Term Regimen/STR) yang mencakup bedaquiline selama 9-12 bulan, serta regimen jangka panjang (Long-Term Regimen/LTR) selama 18-20 bulan. RSUD Blambangan Banyuwangi menjadi rumah sakit rujukan TB-RO sejak tahun 2022, dengan layanan pengobatan TB-RO yang terpusat di Klinik TB-RO, satu-satunya fasilitas di Banyuwangi yang menyediakan layanan tersebut. Mengingat tingginya jumlah kasus TB-RO di Indonesia, pentingnya pemilihan obat yang efektif, durasi pengobatan yang panjang, kompleksitas terapi, serta beban biaya yang signifikan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya terapi antibiotik pada pasien TB-RO di RSUD Blambangan Banyuwangi. Penelitian ini merupakan studi farmakoekonomi yang dilakukan secara retrospektif dengan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Sampel merupakan sejumlah pasien TB-RO yang diberikan terapi antibiotik di RSUD Blambangan Banyuwangi periode Januari 2022 – Desember 2024. Pada penelitian ini, data yang digunakan berasal dari data SITB, yaitu biaya dan efektivitas terapi. Biaya diambil dari instalasi farmasi RSUD Blambangan Banyuwangi. Pasien TB-RO yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 130 pasien Analisis efektivitas biaya yang dibandingkan adalah rata-rata total biaya terapi antibiotik dengan efektivitas terapi yang dilihat berdasarkan outcome tingkat kesembuhan pasien TB-RO. Dari data persentase kesembuhan dan rata-rata biaya dilakukan penentuan analisis efektivitas biaya dengan metode Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER) untuk melihat terapi antibiotik mana yang cost-effective. Dilakukan pula analisis menggunakan diagram efektivitas-biaya untuk menegaskan hasil yang didapat.

Description

Reaploud Repository February_agus

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By