Analisis Mechanical Specific Energy Terhadap Penentuan Litologi Batuan Pada Pengeboran Geothermal Lapangan Muara Laboh

Abstract

Pengeboran panas bumi di lapangan Muara Laboh sering kali mengalami kondisi *total lost circulation* (TLC), yang menghalangi serpihan batuan (*cuttings*) mencapai permukaan dan menyulitkan identifikasi litologi secara *real-time* oleh ahli geologi. Penelitian ini mengusulkan penggunaan *Mechanical Specific Energy* (MSE) sebagai alat diagnostik tidak langsung untuk menentukan litologi batuan dan mengevaluasi efisiensi pengeboran. Studi ini menganalisis data pengeboran *real-time*—meliputi *Weight on Bit* (WOB), RPM, Torsi, dan *Rate of Penetration* (ROP)—dari tiga sumur, yaitu AR-1, AR-2, dan AR-3. Nilai MSE dihitung menggunakan persamaan Dupriest, dengan faktor efisiensi mekanis ditetapkan sebesar 30% untuk mata bor PDC, 35% untuk mata bor *Tricone*, dan 40% untuk mata bor Kymera. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat pada sumur AR-1 antara nilai MSE dengan kekerasan batuan serta umur geologisnya. Formasi yang lebih muda, seperti *Patah Sembilan Andesite* (PSA), menunjukkan nilai MSE yang rendah (median ~6.605 psi), sedangkan batuan dasar kristalin yang lebih tua, seperti *Intrusion Granodiorite* (INT-GD), membutuhkan energi yang jauh lebih tinggi (median ~269.610 psi). Selain itu, formasi pada sumur AR-1 menunjukkan tren MSE yang khas: formasi PSA, *Middle Andesite/Dacite* (MAD), dan *Lower Basalt* (LB) cenderung stabil dan padat, sementara formasi *Upper Rhyolite-Dacite* (URD) ​​dan *Lower Andesite* (LAD) menunjukkan fluktuasi akibat variasi torsi. Berdasarkan analisis rentang nilai dan tren MSE yang diamati pada sumur AR-1, temuan ini dapat diterapkan pada sumur AR-2 dan AR-3 sebagai acuan untuk mengidentifikasi perubahan litologi.

Description

Finalisasi oleh agus/September 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By