Evaluasi Pelayanan Antibiotik Tanpa Resep di Apotek Kabupaten Situbondo dengan Metode Simulasi Pasien
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Antibiotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk mengobati
infeksi bakteri yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Data penggunaan
antibiotik secara global menunjukkan peningkatan. Jika antibiotik tidak digunakan
dengan bijak, maka dapat menyebabkan resistensi. Resistensi antibiotik
merupakan suatu kondisi ketika antibiotik menjadi tidak efektif dan infeksi
menjadi sulit diobati sehingga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit
hingga menyebabkan kematian. Peningkatan resistensi antibiotik disebabkan oleh
konsumsi antibiotik yang berlebihan (overuse) dan atau penyalahgunaan antibiotik
(misuse).
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan antibiotik tanpa
resep di apotek Kabupaten Situbondo menggunakan metode simulasi pasien.
Penelitian ini melibatkan 33 apotek yang berada di Kecamatan Situbondo, Panji,
dan Panarukan sebagai populasi dan sampel penelitian. Peneliti menjalankan
skenario untuk mengamati praktik pelayanan antibiotik di apotek, praktik
penggalian informasi pasien dan pelayanan KIE obat. Skenario yang dibuat adalah
peneliti berperan sebagai adik dari pasien yang mengalami gejala common cold
dan meminta untuk dibelikan amoksisilin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
32 apotek (100%) melayani pembelian antibiotik tanpa resep, sebanyak 2 apotek
(6,3%) yang melakukan penggalian informasi pasien dan 2 apotek (6,3%) yang
spontan memberikan pelayanan KIE obat. Semua apotek (100%) di Kabupaten
Situbondo memberikan informasi cara pakai obat baik secara spontan atau tidak
spontan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa praktik
pelayanan antibiotik di Kabupaten Situbondo masih memerlukan pembinaan dan
pengawasan agar praktik pelayanan antibiotik dapat berjalan secara rasional.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 27
