Pengaruh Pemberian Ekstrak Temu Giring (Curcuma heyneana Valenton & Zijp) pada Mencit terhadap Tebal Plantar dan Kadar MDA Serum

dc.contributor.authorAnida Oktavia Putri
dc.date.accessioned2026-02-24T03:28:26Z
dc.date.issued2025-05-09
dc.descriptionEntry oleh Arif 2026 Februari 24
dc.description.abstractInflamasi merupakan respon fisiologis tubuh terhadap rangsangan berbahaya seperti infeksi atau cedera, yang ditandai dengan kemerahan, panas, nyeri, dan pembengkakan. Salah satu indikator inflamasi adalah peningkatan kadar malondialdehyde (MDA), yang meruapakan produk akhir dari peroksidasi lipid akibat stres oksidatif. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti natrium diklofenak sering digunakan untuk mengatasi inflamasi, namun memiliki risiko efek samping seperti tukak lambung dan kerusakan ginjal. Oleh karena itu, diperlukan alternatif obat antiinflamasi yang relatif aman dari bahan alam, seperti temu giring (Curcuma heyneana), yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, kurkumin, dan seskuiterpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol rimpang temu giring terhadap tebal plantar dan kadar MDA serum mencit yang diinduksi formalin. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental laboratories dengan rancangan pre-test and post-test with control group design untuk pengukuran tebal plantar dan post-test with control group design untuk pengukuran kadar MDA serum. Hewan coba yang digunakan sebanyak 24 ekor mencit jantan strain BALB/c yang dibagi dalam enam kelompok perlakuan, yaitu kelompok sham, kontrol negatif, kontrol positif (natrium diklofenak 10 mg/kgBB), dan kelompok ekstrak etanol temu giring dengan dosis 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB. Perlakuan diberikan secara oral selama 6 hari, dan formalin 2% v/v disuntikkan secara intraplantar untuk menginduksi inflamasi. Tebal plantar diukur setiap hari menggunakan jangka sorong digital, sedangkan kadar MDA serum diukur pada hari ketujuh menggunakan metode TBARs. Data dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai, termasuk Independent T-test, One Way ANOVA, dan Post Hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak temu giring dosis 250 mg/kgBB mampu menurunkan tebal plantar dan kadar MDA serum secara signifikan (p < 0,05) dibandingkan kontrol negatif. Rata-rata tebal plantar pada hari ke-6 pada dosis 250 mg/kgBB adalah 3,025 ± 0,05 mm dengan persen penghambatan edema pada dosis ini mencapai 21,426 ± 2,484 % serta kadar MDA serum sebesar 2,076 ± 2,123 µM dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (natrium diklofenak 10 mg/kgBB). Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antiinflamasi ekstrak temu giring dosis 250 mg/kgBB sebanding dengan kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang temu giring memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi alami yang efektif, dengan dosis optimal sebesar 250 mg/kgBB, yang ditunjukkan melalui penurunan tebal plantar dan kadar MDA serum pada mencit yang diinduksi formalin.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. apt. Fifteen Aprila Fajrin, S. Farm., M. Farm DPA: apt Diana Holidah, S. F., M. Farm
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4234
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Farmasi
dc.subjectEkstrak Temu Giring
dc.subjectTebal Plantar
dc.subjectKadar MDA Serum
dc.subjectInflamasi
dc.titlePengaruh Pemberian Ekstrak Temu Giring (Curcuma heyneana Valenton & Zijp) pada Mencit terhadap Tebal Plantar dan Kadar MDA Serum
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ANIDA OKTAVIA PUTRI - 212210101001.pdf
Size:
1.9 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: