Pengaruh Pemberian Ekstrak Temu Giring (Curcuma heyneana Valenton & Zijp) pada Mencit terhadap Tebal Plantar dan Kadar MDA Serum
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Inflamasi merupakan respon fisiologis tubuh terhadap rangsangan
berbahaya seperti infeksi atau cedera, yang ditandai dengan kemerahan, panas,
nyeri, dan pembengkakan. Salah satu indikator inflamasi adalah peningkatan kadar
malondialdehyde (MDA), yang meruapakan produk akhir dari peroksidasi lipid
akibat stres oksidatif. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti natrium
diklofenak sering digunakan untuk mengatasi inflamasi, namun memiliki risiko
efek samping seperti tukak lambung dan kerusakan ginjal. Oleh karena itu,
diperlukan alternatif obat antiinflamasi yang relatif aman dari bahan alam, seperti
temu giring (Curcuma heyneana), yang mengandung senyawa aktif seperti
flavonoid, kurkumin, dan seskuiterpen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak
etanol rimpang temu giring terhadap tebal plantar dan kadar MDA serum mencit
yang diinduksi formalin. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental
laboratories dengan rancangan pre-test and post-test with control group design
untuk pengukuran tebal plantar dan post-test with control group design untuk
pengukuran kadar MDA serum. Hewan coba yang digunakan sebanyak 24 ekor
mencit jantan strain BALB/c yang dibagi dalam enam kelompok perlakuan, yaitu
kelompok sham, kontrol negatif, kontrol positif (natrium diklofenak 10 mg/kgBB),
dan kelompok ekstrak etanol temu giring dengan dosis 125 mg/kgBB, 250
mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB. Perlakuan diberikan secara oral selama 6 hari, dan
formalin 2% v/v disuntikkan secara intraplantar untuk menginduksi inflamasi.
Tebal plantar diukur setiap hari menggunakan jangka sorong digital,
sedangkan kadar MDA serum diukur pada hari ketujuh menggunakan metode
TBARs. Data dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai, termasuk
Independent T-test, One Way ANOVA, dan Post Hoc Tukey. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ekstrak temu giring dosis 250 mg/kgBB mampu menurunkan
tebal plantar dan kadar MDA serum secara signifikan (p < 0,05) dibandingkan
kontrol negatif. Rata-rata tebal plantar pada hari ke-6 pada dosis 250 mg/kgBB
adalah 3,025 ± 0,05 mm dengan persen penghambatan edema pada dosis ini
mencapai 21,426 ± 2,484 % serta kadar MDA serum sebesar 2,076 ± 2,123 µM dan
tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (natrium diklofenak 10 mg/kgBB).
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antiinflamasi ekstrak temu giring dosis 250
mg/kgBB sebanding dengan kontrol positif.
Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang temu giring memiliki
potensi sebagai agen antiinflamasi alami yang efektif, dengan dosis optimal sebesar
250 mg/kgBB, yang ditunjukkan melalui penurunan tebal plantar dan kadar MDA
serum pada mencit yang diinduksi formalin.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 24
