Perlakuan Komposisi Media Tanam dengan Memanfaatkan Kompos Limbah Kulit Kopi terhadap Perkecambahan Benih Kopi Arabika (Coffea Arabica)
| dc.contributor.author | Andini Permata Sari | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-12T02:08:07Z | |
| dc.date.issued | 2024-02-29 | |
| dc.description | Entry oleh Arif 2026 Februari 12 | |
| dc.description.abstract | Kopi adalah salah satu komoditas perkebunan yang memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat indonesia, tingkat produksi kopi di kabupaten bondowoso dapat mencapai 4.135 ton. Tingginya produksi kopi berbanding lurus dengan tingginya limbah kulit kopi yang dihasilkan melalui pengelolaan pasca panen kopi. Limbah kulit kopi dihasilkan cukup banyak sehingga dapat berpotensi sebagai bahan pencemar lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai bahan pupuk kompos dapat menjaga lahan pertanian khususnya perkebunan kopi supaya dapat berkelanjutan. Manfaat limbah kulit kopi sebagai pupuk kompos dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman (Ansiska et al.,2022). Perkecambahan benih kopi sering terjadi permasalahan saat perbanyakan secara generatif yaitu kerasnya kulit benih yang menyebabkan perkecambahan benih menjadi lambat. Komposisi media tanam yang optimum untuk perkecambahan benih kopi yaitu campuran tanah : pupuk kandang : arang sekam (1 :1 :1 ), dimana ketiga media tanam tersebut mengandung unsur yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan perkecambahan benih kopi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dengan memanfaatkan kompos limbah kulit kopi terhadap perekecambahan benih kopi arabika. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I yaitu tingkat kematangan benih dengan 2 taraf yaitu T 1 : Tingkat kematangan benih matang dan T : Tingkat kematangan benihbelum matang (hijau). Faktor II yaitu komposisi media tanam dengan 4 taraf yaitu M : Tanah : Kompos : Pasir (1:0:1), M 1 : Tanah : Kompos : Pasir (1:1:1), M : Tanah : Kompos : Pasir (1:2:1), dan M : Tanah : Kompos : Pasir (1:3:1). Adapun parameter yang diamati yaitu laju perkecambahan, panjang akar, panjang hipokotil, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis 3 2 0ragam, apabila terdapat perbedaan yang nyata diantara perlakuan, Maka dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Kesimpulan penelitian menunjukkan (1) interaksi antara faktor tingkat kematangan benih kopi arabika dan komposisi media tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali panjang hipokotil. Kombinasi perlakuan tingkat kematangan benih kopi arabika T 1 (matang) dan komposisi media tanam M (tanah : kompos : pasir (1:0:1)) (T 1 M ) menunjukkan hasil yang terbaik (2) Faktor tingkat kematangan benih kopi arabika berpengaruh sangat nyata terhadap laju perkecambahan, panjang hipokotil, tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan pada variabel panjang akar berpengaruh nyata. Perlakuan tingkat kematangan benih T 0 (matang) memberikan hasil yang terbaik. (3) Komposisi media tanam dengan penambahan kompos limbah kulit kopi berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ayu Puspita Arum, S. TP., M,Sc | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3082 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Kopi arabika | |
| dc.subject | Limbah kulit kopi | |
| dc.subject | Kompos | |
| dc.subject | Tingkat kematangan benih | |
| dc.title | Perlakuan Komposisi Media Tanam dengan Memanfaatkan Kompos Limbah Kulit Kopi terhadap Perkecambahan Benih Kopi Arabika (Coffea Arabica) | |
| dc.type | Other |
