Perlakuan Komposisi Media Tanam dengan Memanfaatkan Kompos Limbah Kulit Kopi terhadap Perkecambahan Benih Kopi Arabika (Coffea Arabica)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kopi adalah salah satu komoditas perkebunan yang memegang peranan penting
dalam perekonomian masyarakat indonesia, tingkat produksi kopi di kabupaten
bondowoso dapat mencapai 4.135 ton. Tingginya produksi kopi berbanding lurus
dengan tingginya limbah kulit kopi yang dihasilkan melalui pengelolaan pasca panen
kopi. Limbah kulit kopi dihasilkan cukup banyak sehingga dapat berpotensi sebagai
bahan pencemar lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Pemanfaatan limbah kulit
kopi sebagai bahan pupuk kompos dapat menjaga lahan pertanian khususnya
perkebunan kopi supaya dapat berkelanjutan. Manfaat limbah kulit kopi sebagai pupuk
kompos dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman (Ansiska et al.,2022).
Perkecambahan benih kopi sering terjadi permasalahan saat perbanyakan secara
generatif yaitu kerasnya kulit benih yang menyebabkan perkecambahan benih menjadi
lambat. Komposisi media tanam yang optimum untuk perkecambahan benih kopi yaitu
campuran tanah : pupuk kandang : arang sekam (1 :1 :1 ), dimana ketiga media tanam
tersebut mengandung unsur yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan
perkecambahan benih kopi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam
dengan memanfaatkan kompos limbah kulit kopi terhadap perekecambahan benih kopi
arabika. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I yaitu tingkat kematangan benih dengan 2
taraf yaitu T
1
: Tingkat kematangan benih matang dan T
: Tingkat kematangan benihbelum matang (hijau). Faktor II yaitu komposisi media tanam dengan 4 taraf yaitu M
:
Tanah : Kompos : Pasir (1:0:1), M
1
: Tanah : Kompos : Pasir (1:1:1), M
: Tanah :
Kompos : Pasir (1:2:1), dan M
: Tanah : Kompos : Pasir (1:3:1). Adapun parameter
yang diamati yaitu laju perkecambahan, panjang akar, panjang hipokotil, tinggi
tanaman, dan jumlah daun. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis
3
2
0ragam, apabila terdapat perbedaan yang nyata diantara perlakuan, Maka dilakukan uji
lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%.
Kesimpulan penelitian menunjukkan (1) interaksi antara faktor tingkat
kematangan benih kopi arabika dan komposisi media tanam berpengaruh tidak nyata
terhadap semua parameter pengamatan kecuali panjang hipokotil. Kombinasi perlakuan
tingkat kematangan benih kopi arabika T
1
(matang) dan komposisi media tanam M
(tanah : kompos : pasir (1:0:1)) (T
1
M
) menunjukkan hasil yang terbaik (2) Faktor
tingkat kematangan benih kopi arabika berpengaruh sangat nyata terhadap laju
perkecambahan, panjang hipokotil, tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan pada
variabel panjang akar berpengaruh nyata. Perlakuan tingkat kematangan benih T
0
(matang) memberikan hasil yang terbaik. (3) Komposisi media tanam dengan
penambahan kompos limbah kulit kopi berpengaruh tidak nyata terhadap semua
variabel pengamatan.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 12
