Dukungan Filipina terhadap pembentukan Pakta Pertahanan AUKUS 2021-2023
| dc.contributor.author | Kheista Mardhatillah Firsa | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-05T07:22:36Z | |
| dc.date.issued | 2024-02-05 | |
| dc.description | Reupload Repository 5 Februari 2026_Hasim | |
| dc.description.abstract | Pembentukan AUKUS merupakan bentuk respon Amerika Serikat, Australia dan Inggris terhadap pergerakan China yang semakin agresif dalam mengklaim Laut Cina Selatan. Sejak pembentukannya, AUKUS telah menjadi perdebatan di kawasan Indo-Pasifik terutama negara-negara anggota ASEAN yang cenderung keberatan dan khawatir dengan terjadinya persaingan senjata nuklir di kawasan akibat pembentukan AUKUS. Terlebih dengan adanya perjanjian propulsi nuklir dalam pengembangan nuklir yang dilakukan oleh AUKUS. Namun, sebaliknya dengan Filipina yang secara terbuka mendukung AUKUS secara penuh. Hal ini terbukti dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, yang merilis pernyataan resmi dukungan Filipina terhadap AUKUS tidak lama setelah pengumuman terbentuknya AUKUS. Filipina menyatakan bahwa negaranya dengan sangat terbuka dan mendukung penuh AUKUS di kawasan dan menyangkal dugaan bahwa AUKUS melanggar South East Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ). Pada skripsi ini penulis menggunakan teori neorealisme dan konsep bandwagoning dalam membantu penulis mengetahui alasan Filipina mendukung AUKUS ketika negara ASEAN lainnya cenderung keberatan dengan adanya AUKUS. Dalam menjawab pertanyaan tersebut penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data yang terkait, mereduksi data, membuat analisis data, dan menyajikan data secara deskriptif maupun menggunakan media seperti gambar dan grafik, sehingga dapat memberi gambaran mengenai alasan Filipina mendukung penuh AUKUS secara terbuka. Konsep-konsep yang dijelaskan oleh penulis pada paragraf sebelumnya penulis gunakan untuk menggambarkan dan menjawab alasan Filipina mendukung AUKUS. Pertama, menggunakan teori neorealisme yaitu berdasarkan dengan struktur sistem internasional yang anarkis, penulis menganalisis bahwa Filipina mendukung AUKUS sebagai upaya untuk mengamankan wilayah kedaulatannya di Laut Cina Selatan yang terancam oleh klaim China. Kedua, menggunakan konsep bandwagoning penulis menganalisis bahwa dukungan Filipina terhadap AUKUS disebabkan ketidakpuasan Filipina terhadap ASEAN dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan dari klaim China di Laut Cina Selatan. Filipina berharap dengan mendukung AUKUS negaranya dapat meningkatkan instrumen militernya dan mendapatkan perlindungan dari dominasi China. Ketiga, menggunakan teori neorealisme dan konsep bandwagoning penulis menganalisis bahwa Filipina terancam oleh offensive intentions dan offensive capability dari China, sehingga Filipina berusaha untuk mempererat hubungan antara Filipina dengan negara anggota AUKUS. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dra Sri Yuniati, M.Si. DPA: Honest Dody Molasy, S.Sos., M.A., | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1821 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | AUKUS | |
| dc.subject | Filipina | |
| dc.subject | China | |
| dc.title | Dukungan Filipina terhadap pembentukan Pakta Pertahanan AUKUS 2021-2023 | |
| dc.type | Other |
