Dukungan Filipina terhadap pembentukan Pakta Pertahanan AUKUS 2021-2023
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Pembentukan AUKUS merupakan bentuk respon Amerika Serikat,
Australia dan Inggris terhadap pergerakan China yang semakin agresif dalam
mengklaim Laut Cina Selatan. Sejak pembentukannya, AUKUS telah menjadi
perdebatan di kawasan Indo-Pasifik terutama negara-negara anggota ASEAN yang
cenderung keberatan dan khawatir dengan terjadinya persaingan senjata nuklir di
kawasan akibat pembentukan AUKUS. Terlebih dengan adanya perjanjian propulsi
nuklir dalam pengembangan nuklir yang dilakukan oleh AUKUS. Namun,
sebaliknya dengan Filipina yang secara terbuka mendukung AUKUS secara penuh.
Hal ini terbukti dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, yang merilis
pernyataan resmi dukungan Filipina terhadap AUKUS tidak lama setelah
pengumuman terbentuknya AUKUS. Filipina menyatakan bahwa negaranya
dengan sangat terbuka dan mendukung penuh AUKUS di kawasan dan menyangkal
dugaan bahwa AUKUS melanggar South East Asia Nuclear Weapon Free Zone
(SEANWFZ).
Pada skripsi ini penulis menggunakan teori neorealisme dan konsep
bandwagoning dalam membantu penulis mengetahui alasan Filipina mendukung
AUKUS ketika negara ASEAN lainnya cenderung keberatan dengan adanya
AUKUS. Dalam menjawab pertanyaan tersebut penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data yang terkait, mereduksi data,
membuat analisis data, dan menyajikan data secara deskriptif maupun
menggunakan media seperti gambar dan grafik, sehingga dapat memberi gambaran
mengenai alasan Filipina mendukung penuh AUKUS secara terbuka.
Konsep-konsep yang dijelaskan oleh penulis pada paragraf sebelumnya
penulis gunakan untuk menggambarkan dan menjawab alasan Filipina mendukung
AUKUS. Pertama, menggunakan teori neorealisme yaitu berdasarkan dengan
struktur sistem internasional yang anarkis, penulis menganalisis bahwa Filipina mendukung AUKUS sebagai upaya untuk mengamankan wilayah kedaulatannya di
Laut Cina Selatan yang terancam oleh klaim China. Kedua, menggunakan konsep
bandwagoning penulis menganalisis bahwa dukungan Filipina terhadap AUKUS
disebabkan ketidakpuasan Filipina terhadap ASEAN dalam menjaga stabilitas
keamanan kawasan dari klaim China di Laut Cina Selatan. Filipina berharap dengan
mendukung AUKUS negaranya dapat meningkatkan instrumen militernya dan
mendapatkan perlindungan dari dominasi China. Ketiga, menggunakan teori
neorealisme dan konsep bandwagoning penulis menganalisis bahwa Filipina
terancam oleh offensive intentions dan offensive capability dari China, sehingga
Filipina berusaha untuk mempererat hubungan antara Filipina dengan negara
anggota AUKUS.
Description
Reupload Repository 5 Februari 2026_Hasim
