Hubungan Dukungan Suami, Pengetahuan, Stres dan Keterampilan Menyusui Ibu dengan Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Klatakan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, seperti yang direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF, memiliki manfaat signifikan untuk pertumbuhan, kesehatan, dan perlindungan imun bayi. Namun, data WHO 2022 menunjukkan bahwa hanya 44% bayi global yang mendapatkan ASI eksklusif, di bawah target 50%. Di Indonesia, angka ini mencapai 56,9% pada 2021, sedangkan di Kabupaten Jember, termasuk Puskesmas Klatakan, angka tersebut lebih rendah. Faktor eksternal seperti sistem kesehatan dan dukungan sosial serta faktor internal seperti pendidikan ibu dan keterampilan menyusui mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Dukungan suami berperan penting dalam mengurangi stres ibu dan meningkatkan kesehatan psikologis. Pengetahuan mendalam tentang menyusui dapat membantu mengatasi tantangan laktasi. Mengacu pada hal tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan suami, pengetahuan, stres, dan keterampilan menyusui dengan praktk pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Klatakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 82 ibu yang memiliki bayi usia 6-9 bulan di wilayah kerja Puskesmas Klatakan sebagai responden. Teknik sampling yang digunakan adalah systematic random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan lembar observasi, mencakup karakteristik responden, dukungan suami, pengetahuan, stres, dan keterampilan menyusui. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariatif dengan uji regresi logistik menggunakan software SPSS.

Description

Reupload file repository 6 April 2026_Ratna

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By