Sejarah Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan Ujung pangkah Kabupaten Gresik Tahun 2018-2024

dc.contributor.authorSeptian Dwi Kurniawan
dc.date.accessioned2026-02-03T02:03:24Z
dc.date.issued2025-06-10
dc.descriptionReupload file repository 3 februari 2026_agus/feren
dc.description.abstractSkripsi ini membahas mengenai proses transformasi Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, dalam kurun waktu 2018 hingga 2024. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini meliputi latar belakang didirikannya Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik, kondisi Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik selama periode 2018-2024, dan dampak yang ditimbulkan dari adanya Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor terbentuknya Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan UjungPangkah Kabupaten Gresik, mendeskripsikan secara analitis perkembangan kondisi Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Tahun 2018-2024, dan menganalisis dampak dari adanya Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan yaitu metode sejarah yang meliputi pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, penafsiran sumber (interpretasi), dan penulisan sejarah (historiografi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi pariwisata. Pemilihan pendekatan tersebut karena sosiologi pariwisata menelaah dampak timbal balik antara aktivitas kepariwisataan dan struktur sosial, nilai, serta pola interaksi masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendirian Desa Wisata Setigi berakar pada kondisi geografis dan sosial ekonomi masyarakat Desa Sekapuk yang mayoritas bekerja sebagai petani dan penambang batu kapur. Aktivitas penambangan selama bertahun-tahun meninggalkan area bekas tambang yang luas dan tidak produktif. Situasi ini memunculkan kesadaran kolektif darimasyarakat dan pemerintah desa untuk mengubah kawasan tersebut menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Dorongan untuk melakukan perubahan tidak hanya didasari oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh keinginan untuk meningkatkan citra desa, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan ruang wisata berbasis potensi lokal. Dukungan kepala desa, tokoh masyarakat, dan lembaga desa seperti BUMDes dan Pokdarwis memperkuat arah gerak inisiatif tersebut. Kondisi Desa Wisata Setigi pada periode 2018 hingga 2024 menunjukkan dinamika yang kompleks dalam proses pembangunan dan pengelolaannya. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada penyediaan infrastruktur fisik, seperti akses jalan, penataan area bekas tambang, fasilitas umum (toilet, mushola, gazebo), serta pembangunan wahana tematik dan ikon wisata untuk menarik minat pengunjung. Infrastruktur tersebut tidak hanya mendukung kelancaran aktivitas wisata, tetapi juga memperkuat daya tarik visual kawasan. Selanjutnya, dilakukan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan pengelolaan wisata dan keterampilan pelayanan dengan tujuan menciptakan pelaku wisata lokal yang kompeten sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat. Pada tahun 2021, Desa Wisata Setigi mengalami penurunan drastis jumlah pengunjung yang menandai fase stagnasi. Penurunan ini disebabkan oleh kejenuhan terhadap atraksi yang kurang diperbarui dan keterbatasan inovasi dalam pengelolaan kawasan. Tidak adanya pembaruan konsep atau penambahan wahana baru menyebabkan menurunnya minat kunjungan, sementara partisipasi masyarakat juga mulai berkurang karena dampak ekonomi yang tidak lagi stabil. Secara sosial, pengembangan desa wisata mendorong terjadinya diversifikasi mata pencaharian masyarakat. Secara ekonomi, peningkatan jumlah kunjungan pada tahun-tahun awal berdampak langsung terhadap pendapatan asli desa (PADes). Pendapatan dari sektor wisata menjadi sumber pemasukan baru yang menjadikan Sekapuk menyandang status sebagai desa mandiri. Secara sisi lingkungan, pembangunan kawasan wisata menciptakan revitalisasi ekologis yang tidak hanya mengubah lanskap, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Latifatul Izzah, M. Hum DPA: Drs. Nurhadi Sasmita, M.Hum
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1120
dc.language.isoother
dc.publisherfakultas ilmu budaya
dc.subjectdesa sakapuk
dc.subjecttambang batu kapur
dc.subjectkota wisata setigi sejahtera
dc.titleSejarah Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan Ujung pangkah Kabupaten Gresik Tahun 2018-2024
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SEPTIAN DWI KURNIAWAN - 180110301061.pdf
Size:
826.01 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: