Sejarah Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan Ujung pangkah Kabupaten Gresik Tahun 2018-2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas ilmu budaya
Abstract
Skripsi ini membahas mengenai proses transformasi Desa Wisata Setigi di Desa
Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, dalam kurun waktu 2018
hingga 2024. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini meliputi latar belakang
didirikannya Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah
Kabupaten Gresik, kondisi Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan
Ujungpangkah Kabupaten Gresik selama periode 2018-2024, dan dampak yang
ditimbulkan dari adanya Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan
Ujungpangkah Kabupaten Gresik.
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor terbentuknya Desa
Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kecamatan UjungPangkah Kabupaten Gresik,
mendeskripsikan secara analitis perkembangan kondisi Desa Wisata Setigi di
Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Tahun 2018-2024,
dan menganalisis dampak dari adanya Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk
Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik.
Metode yang digunakan yaitu metode sejarah yang meliputi pengumpulan
sumber (heuristik), kritik sumber, penafsiran sumber (interpretasi), dan penulisan
sejarah (historiografi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan sosiologi pariwisata. Pemilihan pendekatan tersebut
karena sosiologi pariwisata menelaah dampak timbal balik antara aktivitas
kepariwisataan dan struktur sosial, nilai, serta pola interaksi masyarakat lokal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendirian Desa Wisata
Setigi berakar pada kondisi geografis dan sosial ekonomi masyarakat Desa
Sekapuk yang mayoritas bekerja sebagai petani dan penambang batu kapur.
Aktivitas penambangan selama bertahun-tahun meninggalkan area bekas tambang
yang luas dan tidak produktif. Situasi ini memunculkan kesadaran kolektif darimasyarakat dan pemerintah desa untuk mengubah kawasan tersebut menjadi
sesuatu yang lebih bernilai. Dorongan untuk melakukan perubahan tidak hanya
didasari oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh keinginan untuk meningkatkan
citra desa, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan ruang wisata berbasis
potensi lokal. Dukungan kepala desa, tokoh masyarakat, dan lembaga desa seperti
BUMDes dan Pokdarwis memperkuat arah gerak inisiatif tersebut.
Kondisi Desa Wisata Setigi pada periode 2018 hingga 2024 menunjukkan
dinamika yang kompleks dalam proses pembangunan dan pengelolaannya. Pada
tahap awal, pembangunan difokuskan pada penyediaan infrastruktur fisik, seperti
akses jalan, penataan area bekas tambang, fasilitas umum (toilet, mushola,
gazebo), serta pembangunan wahana tematik dan ikon wisata untuk menarik
minat pengunjung. Infrastruktur tersebut tidak hanya mendukung kelancaran
aktivitas wisata, tetapi juga memperkuat daya tarik visual kawasan. Selanjutnya,
dilakukan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan
pengelolaan wisata dan keterampilan pelayanan dengan tujuan menciptakan
pelaku wisata lokal yang kompeten sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial
ekonomi masyarakat. Pada tahun 2021, Desa Wisata Setigi mengalami penurunan
drastis jumlah pengunjung yang menandai fase stagnasi. Penurunan ini
disebabkan oleh kejenuhan terhadap atraksi yang kurang diperbarui dan
keterbatasan inovasi dalam pengelolaan kawasan. Tidak adanya pembaruan
konsep atau penambahan wahana baru menyebabkan menurunnya minat
kunjungan, sementara partisipasi masyarakat juga mulai berkurang karena
dampak ekonomi yang tidak lagi stabil.
Secara sosial, pengembangan desa wisata mendorong terjadinya
diversifikasi mata pencaharian masyarakat. Secara ekonomi, peningkatan jumlah
kunjungan pada tahun-tahun awal berdampak langsung terhadap pendapatan asli
desa (PADes). Pendapatan dari sektor wisata menjadi sumber pemasukan baru
yang menjadikan Sekapuk menyandang status sebagai desa mandiri. Secara sisi
lingkungan, pembangunan kawasan wisata menciptakan revitalisasi ekologis yang
tidak hanya mengubah lanskap, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat
terhadap pentingnya pelestarian lingkungan
Description
Reupload file repository 3 februari 2026_agus/feren
