Peran Potasium Silika dalam Quorum Quenching terhadap Virulensi Ralstonia solanacearum Patogen Layu Tomat
| dc.contributor.author | Aima Ayuningtyas | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-10T08:32:11Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-29 | |
| dc.description | Validasi file repositori 10 Juli 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Produktivitas tomat (Solanum lycopersicum L.) di Indonesia sering mengalami penurunan akibat serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Patogen ini dikenal memiliki daya virulensi yang kuat, kisaran inang yang sangat luas, serta kemampuan bertahan hidup yang tinggi di dalam tanah dan berbagai sumber inokulum, sehingga upaya pengendaliannya menghadapi banyak tantangan. Keberhasilan proses infeksi sangat bergantung pada sejumlah faktor virulensi, seperti exopolysaccharide (EPS), aktivitas enzim endoglucanase (EGL), dan pembentukan biofilm yang seluruhnya diatur oleh sistem quorum sensing. Berbagai penelitian terdahulu melaporkan bahwa pemberian potasium silika dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman biotik dan diduga pula mampu menekan faktor virulensi patogen. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi potasium silika terhadap faktor-faktor virulensi R. solanacearum, respons fisiologis pertahanan tanaman tomat, serta tingkat keparahan penyakit layu bakteri yang timbul. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas enam perlakuan, yaitu: kontrol tanpa perlakuan (akuades), kontrol yang hanya diinokulasi R. solanacearum, aplikasi potasium silika 1 mM tanpa inokulasi, aplikasi potasium silika 1 mM dengan inokulasi, aplikasi potasium silika 2 mM tanpa inokulasi, serta aplikasi potasium silika 2 mM dengan inokulasi. Variabel respons yang diukur mencakup produksi EPS, aktivitas EGL, pembentukan biofilm, aktivitas enzim peroksidase (POD), dan skor keparahan penyakit. Seluruh data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah, dan perbedaan antar perlakuan diuji lebih lanjut dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa produksi EPS, aktivitas EGL, dan pembentukan biofilm oleh R. solanacearum menunjukkan kecenderungan peningkatan seiring berlangsungnya masa inkubasi di semua perlakuan. Namun demikian, pemberian potasium silika pada konsentrasi 1 mM menghasilkan produksi EPS dan pembentukan biofilm yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrol inokulasi maupun perlakuan 2 mM. Sementara itu, pengaruh terhadap aktivitas enzim EGL hanya terdeteksi pada tahap awal inkubasi dan tidak bertahan hingga akhir pengamatan. Di sisi lain, aplikasi potasium silika terbukti meningkatkan aktivitas enzim peroksidase, yang mengindikasikan terjadinya penguatan respons pertahanan tanaman terhadap infeksi. Berbagai perubahan tersebut berkorelasi dengan menurunnya tingkat keparahan penyakit, dengan efektivitas penekanan terbaik dicapai oleh perlakuan potasium silika 1 mM. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pemberian potasium silika memiliki potensi untuk memodulasi beberapa faktor virulensi R. solanacearum sekaligus memperkuat sistem pertahanan tanaman tomat, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap penurunan keparahan penyakit layu bakteri. Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengungkap mekanisme molekuler yang mendasari pengaruh potasium silika terhadap regulasi virulensi patogen dan respons imun tanaman secara lebih mendalam. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Hardian Susilo Addy, S.P., M.P., Ph.D Dosen Pembimbing Anggota : Agung Nugroho Puspito, S.Pd., M.P, Ph.D | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11020 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pascasarjana | |
| dc.subject | Potasium Silika | |
| dc.subject | Quorum Quenching | |
| dc.subject | Ralstonia solanacearum | |
| dc.subject | Tomat | |
| dc.title | Peran Potasium Silika dalam Quorum Quenching terhadap Virulensi Ralstonia solanacearum Patogen Layu Tomat | |
| dc.type | Thesis |
