Peran Potasium Silika dalam Quorum Quenching terhadap Virulensi Ralstonia solanacearum Patogen Layu Tomat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pascasarjana
Abstract
Produktivitas tomat (Solanum lycopersicum L.) di Indonesia sering
mengalami penurunan akibat serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan
oleh Ralstonia solanacearum. Patogen ini dikenal memiliki daya virulensi yang
kuat, kisaran inang yang sangat luas, serta kemampuan bertahan hidup yang tinggi
di dalam tanah dan berbagai sumber inokulum, sehingga upaya pengendaliannya
menghadapi banyak tantangan. Keberhasilan proses infeksi sangat bergantung pada
sejumlah faktor virulensi, seperti exopolysaccharide (EPS), aktivitas
enzim endoglucanase (EGL), dan pembentukan biofilm yang seluruhnya diatur
oleh sistem quorum sensing. Berbagai penelitian terdahulu melaporkan bahwa
pemberian potasium silika dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap
cekaman biotik dan diduga pula mampu menekan faktor virulensi patogen.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi
potasium silika terhadap faktor-faktor virulensi R. solanacearum, respons fisiologis
pertahanan tanaman tomat, serta tingkat keparahan penyakit layu bakteri yang
timbul.
Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri
atas enam perlakuan, yaitu: kontrol tanpa perlakuan (akuades), kontrol yang hanya
diinokulasi R. solanacearum, aplikasi potasium silika 1 mM tanpa inokulasi,
aplikasi potasium silika 1 mM dengan inokulasi, aplikasi potasium silika 2 mM
tanpa inokulasi, serta aplikasi potasium silika 2 mM dengan inokulasi. Variabel
respons yang diukur mencakup produksi EPS, aktivitas EGL, pembentukan biofilm,
aktivitas enzim peroksidase (POD), dan skor keparahan penyakit. Seluruh data
dianalisis menggunakan ANOVA satu arah, dan perbedaan antar perlakuan diuji
lebih lanjut dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%.
Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa produksi EPS, aktivitas EGL, dan
pembentukan biofilm oleh R. solanacearum menunjukkan kecenderungan
peningkatan seiring berlangsungnya masa inkubasi di semua perlakuan. Namun
demikian, pemberian potasium silika pada konsentrasi 1 mM menghasilkan
produksi EPS dan pembentukan biofilm yang lebih rendah dibandingkan dengan
kontrol inokulasi maupun perlakuan 2 mM. Sementara itu, pengaruh terhadap
aktivitas enzim EGL hanya terdeteksi pada tahap awal inkubasi dan tidak bertahan
hingga akhir pengamatan. Di sisi lain, aplikasi potasium silika terbukti
meningkatkan aktivitas enzim peroksidase, yang mengindikasikan terjadinya
penguatan respons pertahanan tanaman terhadap infeksi. Berbagai perubahan
tersebut berkorelasi dengan menurunnya tingkat keparahan penyakit, dengan
efektivitas penekanan terbaik dicapai oleh perlakuan potasium silika 1 mM.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pemberian
potasium silika memiliki potensi untuk memodulasi beberapa faktor virulensi R.
solanacearum sekaligus memperkuat sistem pertahanan tanaman tomat, yang pada
akhirnya berkontribusi terhadap penurunan keparahan penyakit layu bakteri.
Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengungkap
mekanisme molekuler yang mendasari pengaruh potasium silika terhadap regulasi
virulensi patogen dan respons imun tanaman secara lebih mendalam.
Description
Validasi file repositori 10 Juli 2026_Firli
