Keberadaan Jembatan Suramadu Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat di Pulau Madura Tahun 2013 – 2015
| dc.contributor.author | Suaidatul Hasanah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-03T08:18:35Z | |
| dc.date.issued | 2025-02-17 | |
| dc.description | Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini membahas tentang Keberadaan Jembatan Suramadu Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Pulau Madura tahun 2003-2015. Tujuan penenlitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang dibagunnya Jembatan Suramadu, bagaimana proses pembangunannya dan untuk mengetahui dampaknya bagi masyarakat Madura. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri atas pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi ekonomi menurut Neil, J Smelser dan Richard Swedberg serta menggunakan teori mordenisasi menurut Roy Harrod dan Evsei Domar. Berdasarkan hasil penelitian dijelaskan bahwa latar belakang dibangunnya Jembatan Suramadu untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Pulau Madura yang tertinggal dibandingkan daerah lain di Jawa Timur, serta untuk memperlancar arus lalu lintas Surabaya-Madura. Jembatan Suramadu dibangun pada tahun 2003 pada masa Presiden Megawati dan selesai pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009. Jembatan Suramadu dioperasikan sebagai jembatan tol yang terdiri dari empat jalur yaitu jalur kendaraan roda dua dan jalur kendaraan roda empat dari arah Surabaya menuju Pulau Madura atau sebaliknya. Kedua jalur tersebut memiliki tarif yang berbeda. Pada tanggal 13 Juni 2015 tarif tol untuk kendaraan roda dua dibebaskan, dengan adanya pembebasan tarif tol tersebut arus lalu lintas di Jembatan Suramadu semakin lancar. Keberadaan Jembatan Suramadu juga memberikan dampak terhadap kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat di Pulau Madura. Contohya seperti meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk di Pulau Madura, Perubahan pola kerja dari sektor pertanian ke sektor industri dan perdagangan, serta berdampak pada faktor budaya pasca diresmikannya Jembatan Suramadu yaitu meningkatnya tradisi “toron” atau Mudik di setiap tahunnya. Budaya melihat sunset atau ngabuburit setelah diresmikannya Jembatan Suramadu juga mulai ada. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Mrr. Ratna Endang W, S.S.,M.A. DPA: Sri Ana Handayani, M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1350 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Pembebasan Tarif Tol | |
| dc.subject | Jembatan Suramadu | |
| dc.title | Keberadaan Jembatan Suramadu Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat di Pulau Madura Tahun 2013 – 2015 | |
| dc.type | Other |
