Keberadaan Jembatan Suramadu Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat di Pulau Madura Tahun 2013 – 2015
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini membahas tentang Keberadaan Jembatan Suramadu Terhadap
Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Pulau Madura tahun 2003-2015.
Tujuan penenlitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang dibagunnya
Jembatan Suramadu, bagaimana proses pembangunannya dan untuk mengetahui
dampaknya bagi masyarakat Madura. Metode yang digunakan adalah metode
sejarah yang terdiri atas pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi,
interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah sosiologi ekonomi menurut Neil, J Smelser dan Richard Swedberg serta
menggunakan teori mordenisasi menurut Roy Harrod dan Evsei Domar.
Berdasarkan hasil penelitian dijelaskan bahwa latar belakang dibangunnya
Jembatan Suramadu untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan ekonomi
di Pulau Madura yang tertinggal dibandingkan daerah lain di Jawa Timur, serta
untuk memperlancar arus lalu lintas Surabaya-Madura. Jembatan Suramadu
dibangun pada tahun 2003 pada masa Presiden Megawati dan selesai pada masa
pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009. Jembatan
Suramadu dioperasikan sebagai jembatan tol yang terdiri dari empat jalur yaitu
jalur kendaraan roda dua dan jalur kendaraan roda empat dari arah Surabaya
menuju Pulau Madura atau sebaliknya. Kedua jalur tersebut memiliki tarif yang
berbeda. Pada tanggal 13 Juni 2015 tarif tol untuk kendaraan roda dua dibebaskan,
dengan adanya pembebasan tarif tol tersebut arus lalu lintas di Jembatan
Suramadu semakin lancar. Keberadaan Jembatan Suramadu juga memberikan
dampak terhadap kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat di Pulau
Madura. Contohya seperti meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan
penduduk di Pulau Madura, Perubahan pola kerja dari sektor pertanian ke sektor
industri dan perdagangan, serta berdampak pada faktor budaya pasca
diresmikannya Jembatan Suramadu yaitu meningkatnya tradisi “toron” atau
Mudik di setiap tahunnya. Budaya melihat sunset atau ngabuburit setelah
diresmikannya Jembatan Suramadu juga mulai ada.
Description
Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana
